Dakwah Harus Mencerahkan, Menggembirakan, dan Solutif Bagi Umat

Pemberian piagam pada peserta Pelatihan Muballigh Muhammadiyah (PM3) Nasional. (Ist)
www.majelistabligh.id -

Penerapan nilai-nilai Islam wasathiyah (moderat) menjadi kunci utama dalam membangun dakwah universal di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pendekatan ini dinilai penting agar pesan keagamaan hadir secara bijak, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan bagi semua kalangan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, saat menjadi narasumber utama Pelatihan Muballigh Muhammadiyah (PM3) Nasional di Sukoharjo, Jumat (18/9/2026).

Agenda yang digelar Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukoharjo ini mengusung tema “Wasathiyah dan Dakwah Universal”.

Arifin menjelaskan, realitas majemuk bangsa Indonesia dari segi agama, suku, dan budaya menuntut mubalig untuk mengedepankan prinsip keseimbangan, keadilan, serta penghormatan antar-sesama. Menurutnya, dakwah universal tidak berhenti pada penyampaian teks keagamaan, melainkan aksi nyata di tengah masyarakat.

“Dakwah bukan sekadar menyampaikan kebenaran, melainkan bagaimana kebenaran itu disampaikan dengan bijak. Islam harus hadir menggembirakan, mencerahkan, serta memberi solusi melalui kepedulian sosial dan pemberdayaan,” ujar Arifin.

Ia menambahkan, para dai muda perlu memahami realitas sosial dan kebutuhan umat agar komunikasi yang terbangun lebih relevan dan dapat diterima dengan baik.

Selain pendekatan langsung di lapangan, Arifin turut menyoroti tantangan era digital. Ia mendorong para mubalig muda untuk adaptif dan memiliki literasi digital yang kuat agar mampu memproduksi konten keagamaan yang menyejukkan di media sosial.

“Mubalig muda Muhammadiyah harus jadi pelopor yang menjembatani dakwah di dunia nyata dan ruang maya. Jadikan Islam sebagai kekuatan moral yang merawat persatuan sekaligus membangun peradaban,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, para kader muda Muhammadiyah diharapkan mampu menjalankan peran dakwah yang inklusif dan kontekstual sesuai tantangan zaman tanpa mereduksi nilai-nilai dasar ajaran Islam. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search