Jaga Reputasi Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni Ingatkan Pentingnya Etika

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni.
www.majelistabligh.id -

Reputasi dan kepercayaan publik yang melekat pada Muhammadiyah merupakan buah dari perjalanan panjang Persyarikatan yang disokong oleh ideologi, aturan, etika, hingga budaya organisasi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah DKI Jakarta di Aula Ir. Djoeanda, Gedung Dakwah PWM DKI Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Syafiq mengungkapkan, tingginya kepercayaan publik tefleksikan dari maraknya kunjungan para duta besar negara sahabat, lembaga internasional, instansi pemerintah, hingga pihak swasta ke kantor PP Muhammadiyah di Jakarta dan Yogyakarta.

“Ini adalah bentuk apresiasi dan kepercayaan yang harus kita jaga. Jangan sekadar dibanggakan, tetapi wajib disyukuri dan dirawat,” ujar Syafiq.

Ia menjelaskan bahwa fondasi reputasi ini telah ditancapkan sejak era KH Ahmad Dahlan melalui keteguhan akidah, etos kerja, serta komitmen kemanusiaan—nilai yang kini terangkum dalam Risalah Islam Berkemajuan. Meski demikian, perjalanan organisasi tak bisa hanya bertumpu pada aturan tertulis, melainkan juga harus dipandu oleh etika dan kepatutan.

Salah satu etika yang disoroti Syafiq adalah tradisi menghormati para mantan pimpinan dan tokoh senior dengan terus melibatkan mereka dalam berbagai agenda Persyarikatan demi merawat hubungan antargenerasi. Selain itu, ia menggarisbawahi budaya khas Muhammadiyah, yakni tidak berebut jabatan saat pergantian kepemimpinan.

“Jika ada dua calon terpilih dan saling mendahulukan yang lain untuk menjadi ketua, itulah budaya Muhammadiyah,” tegasnya.

Sebaliknya, Syafiq menilai sikap ngotot merasa paling layak memimpin justru mencederai nilai-nilai Persyarikatan. “Jika ada yang merasa Muhammadiyah tidak bisa berjalan tanpa dirinya, itu aneh dan bertentangan dengan budaya kita,” imbuhnya.

Mengakhiri arahannya, Syafiq mengajak seluruh kader dan pimpinan di semua tingkatan untuk konsisten memelihara etika dan budaya organisasi agar marwah Muhammadiyah tetap terjaga di mata masyarakat. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search