Di tengah semakin ketatnya persaingan dunia pendidikan, SMP Muhammadiyah 6 Samarinda justru menunjukkan arah yang menggembirakan. Berlokasi di Komplek Perguruan Muhammadiyah Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, sekolah ini terus bertumbuh, bukan hanya dalam jumlah peserta didik, tetapi juga dalam kualitas pembinaan karakter, prestasi, dan kepercayaan masyarakat.
Tahun ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi sekolah ini. Sebanyak 168 peserta didik baru resmi bergabung, meningkat dari 145 siswa pada tahun sebelumnya. Dari 205 calon siswa yang mendaftar, 180 mengikuti seleksi, dan akhirnya 168 melakukan daftar ulang. Lebih dari separuh merupakan lulusan SD Muhammadiyah 5 Samarinda, sedangkan sisanya berasal dari berbagai sekolah dasar di Sungai Kunjang dan sekitarnya.

Kepercayaan masyarakat itu kini mengantarkan SMP Muhammadiyah 6 memiliki 423 siswa, yang belajar dalam 15 rombongan belajar dengan bimbingan 40 guru.
“Alhamdulillah, gedung SMP yang kami miliki sudah tidak lagi mencukupi. Bahkan ruang yang semula dipersiapkan untuk SMA akhirnya kami gunakan seluruhnya untuk kegiatan belajar mengajar SMP. Ini menjadi tantangan sekaligus amanah yang harus kami jawab dengan meningkatkan mutu pendidikan,” ungkap Kepala SMP Muhammadiyah 6 Samarinda, Danas Miftahul Gisya, SPd, MPd, Gr.
Namun, bagi sekolah ini, keberhasilan tidak pernah diukur semata-mata dari banyaknya siswa. Yang lebih utama adalah bagaimana setiap anak dipersiapkan menjadi manusia yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi kehidupan. Karena itu, berbagai program unggulan dirancang agar peserta didik belajar langsung dari kehidupan nyata.
Siswa kelas VII diajak mengunjungi balai konservasi dan perguruan tinggi agar tumbuh rasa ingin tahu serta cita-cita yang tinggi. Siswa kelas VIII putra mengikuti program Homestay di P4S Lau Kawar, Samboja, hidup bersama masyarakat, belajar bertani, beternak, bekerja keras, dan menghargai proses.
Sementara siswi kelas VIII menjalani program Life Experience dengan menjadi guru pendamping di taman kanak-kanak selama dua pekan, belajar mengasuh, memimpin, dan melayani. Sedangkan siswa kelas IX ditempa melalui program MINDSMAP di markas TNI Batalyon Loa Janan untuk membangun disiplin, tanggung jawab, mental tangguh, dan kesiapan menghadapi masa depan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar di atas kertas. Mereka harus memiliki karakter, kepedulian, kemandirian, dan pengalaman hidup yang akan menjadi bekal ketika terjun ke masyarakat. Pendidikan harus melahirkan manusia yang utuh,” tutur Danas.
Komitmen itu mulai membuahkan hasil. Tahun ini, seorang siswa SMP Muhammadiyah 6 berhasil melaju ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi pada bidang IPA. Di bidang akademik, sekolah ini juga mencatat sejarah baru dengan masuk 10 besar nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kota Samarinda, capaian tertinggi sepanjang perjalanan sekolah. Sebelumnya, pada masa Ujian Nasional, sekolah ini pernah menempati peringkat ke-13 tingkat kota.
Di bidang olahraga dan seni bela diri, nama SMP Muhammadiyah 6 telah lama dikenal melalui prestasi Tapak Suci. Sekolah ini pernah melahirkan finalis O2SN tingkat nasional, peraih medali emas kejuaraan nasional, hingga medali perak POPNAS. Walaupun tahun ini langkah atlet Tapak Suci terhenti di tingkat kota dengan selisih hanya 0,5 poin dari juara pertama, semangat pembinaan prestasi tetap menyala.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, Ir. H. Amir Hady, menilai pertumbuhan SMP Muhammadiyah 6 menjadi bukti bahwa sekolah Muhammadiyah akan terus dipercaya apabila mampu menjaga kualitas, membangun karakter, dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya mencetak anak-anak yang cerdas. Yang lebih penting adalah melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berprestasi, memiliki kecakapan hidup, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Apa yang dilakukan SMP Muhammadiyah 6 Samarinda patut diapresiasi dan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya,” ujarnya.
Dari sudut Kota Samarinda bagian barat, SMP Muhammadiyah 6 terus menyalakan cahaya harapan. Di ruang-ruang kelas yang mulai terasa sesak, lahir mimpi-mimpi besar. Di tangan para guru yang mengajar dengan penuh dedikasi, tumbuh generasi yang tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga belajar tentang kehidupan. Itulah hakikat pendidikan Muhammadiyah: mencerdaskan akal, menguatkan iman, membangun karakter, dan menyiapkan kader terbaik untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan.(ay.1)
