Dari Ranting Tanjung Untuk Nusantara: Ikhtiar Umar Mohari Merajut Harmoni Kebinekaan di Banyumas

Dari Ranting Tanjung Untuk Nusantara: Ikhtiar Umar Mohari Merajut Harmoni Kebinekaan di Banyumas
www.majelistabligh.id -

Muhammadiyah tidak pernah absen dalam mengukir sejarah kebangsaan. Memasuki era dinamis saat ini, spirit Darul Ahdi wa Syahadah (Negara Kesepakatan dan Kesaksian) kembali dibumikan oleh para kader persyarikatan di Kabupaten Banyumas. Melalui aksi nyata di ranah pembauran, kader Muhammadiyah siap berkolaborasi menghadirkan cetak biru destinasi edukasi bernilai filosofis tinggi, yakni ‘Wisata Kebangsaan’.

Gagasan besar ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyumas yang digelar di Aula Wisma Waskita Bakesbangpol Kabupaten Banyumas pada Rabu (3/6/2026). Di bawah binaan Raden Hermawan, S.Sos. (Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol), rakor tersebut menjadi tonggak awal rencana pembangunan replika rumah adat perwakilan suku se-Indonesia yang akan berlokasi di kawasan ikonik Bale Kemambang (Maskemambang), Purwokerto.

Kiprah Kader Ranting untuk Harmoni Daerah
Menariknya, nakhoda di balik gerakan pembauran kultural ini adalah Umar Mohari, S.Pd. Selain diamanahi sebagai Ketua FPK Kabupaten Banyumas, ia merupakan pengurus aktif di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung. Kiprahnya ini menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak melulu berada di dalam ruang masjid, melainkan meluas hingga ke ruang-ruang publik demi merajut kerukunan sosial.

“Kader Muhammadiyah harus menjadi perekat sosial. Melalui program Wisata Kebangsaan ini, kita ingin memastikan Banyumas selalu dalam kondisi aman, tentram, dan damai,” ujar Umar Mohari saat ditemui pascarakor.

Ia menegaskan, persyarikatan beserta seluruh kadernya memikul tanggung jawab moral untuk membangun lingkungan yang inklusif.

“Kami siap berkolaborasi erat dengan Bupati dan jajaran Pemerintah Daerah demi mewujudkan Banyumas sebagai rumah aman yang ramah budaya bagi siapa saja, tanpa memandang sekat suku maupun agama. Ini adalah wujud kerukunan yang autentik,” tambahnya.

Dakwah Kultural Lewat Miniatur Nusantara
Rencana menghadirkan replika rumah adat se-Indonesia di Maskemambang dipandang sebagai strategi dakwah kultural yang cerdas.

Pembina FPK, Raden Hermawan, S.Sos., mengamini bahwa mengenalkan fondasi budaya secara visual kepada masyarakat luas akan memicu lahirnya rasa saling menghargai secara kokoh dan alami. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai pemanis kota atau destinasi wisata baru, melainkan sebagai laboratorium sosial yang hidup untuk merawat persatuan.

Sebagai langkah taktis, FPK Banyumas telah resmi membentuk *Tim Kecil*. Tim ini bergerak cepat menyusun proposal teknis serta menyiapkan draf audiensi bersama Bupati Banyumas dalam waktu dekat guna mengawal proyek ini dari hulu ke hilir.

Melalui sinergi kokoh antara jajaran Bakesbangpol, tokoh lintas etnis, dan kepemimpinan kader Muhammadiyah yang inklusif, Banyumas tengah bersiap mengirimkan pesan damai ke seluruh penjuru negeri: bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan tenunan indah yang memperkuat fondasi NKRI. (Agus Salim- Guru SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto)

 

Tinggalkan Balasan

Search