Dari Uang Saku Rp500, SMAN 1 Padalarang Berhasil Umrahkan Guru dan Siswa

As Syakira Pratama (paling kanan) dan Rizki Riyanti, guru biologi (paling kiri), bersama Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina (tengah).(Foto: Humas Disdik Jabar)
www.majelistabligh.id -

Kebiasaan sederhana menyisihkan uang saku sebesar Rp500 per hari murid SMAN 1 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berbuah manis. Selama tiga tahun berjalan, gerakan infak swadaya ini berkembang menjadi program pendidikan karakter yang mampu memberangkatkan guru dan siswa beribadah umrah ke Tanah Suci.

Dilansir dari Humas Disdik Jawa Barat, Senin (14/9/2026), dana infak yang terkumpul tahun ini mencapai sekitar Rp63 juta. Seluruh dana tersebut dialokasikan untuk membiayai perjalanan ibadah umrah bagi satu orang siswa dan satu orang guru.

Penerima beasiswa umrah kategori siswa jatuh kepada As Syakira Pratama, yang meraih nilai terbaik dalam Munaqosah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an. Sementara dari unsur pendidik, penghargaan diberikan kepada Rizki Riyanti, seorang guru Biologi.

Program ini menarik bukan sekadar karena nominalnya yang mencapai puluhan juta rupiah, melainkan karena keberhasilan sekolah menanamkan kebiasaan berinfak sebagai instrumen pembentukan karakter. Secara sukarela, para murid rutin menyisihkan Rp500 per hari selama empat hari dalam sepekan—atau sekitar Rp2.000 per minggu.

Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memupuk sikap disiplin, tanggung jawab, empati, dan gotong royong sejak dini.

“Ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak dibiasakan disiplin, bertanggung jawab, dan bergotong royong melalui infak. Yang paling penting bukan hanya inovasinya, melainkan konsistensinya. Ini membutuhkan komitmen tinggi dari manajemen, guru, wali kelas, hingga seluruh siswa,” ujar Lina.

Bukan Sekadar Angka

Dana Rp63 juta yang dihimpun tidak hanya menutupi paket perjalanan umrah, tetapi juga mengover seluruh kebutuhan pendukung, seperti transportasi menuju bandara, pembuatan paspor, biaya vaksinasi, hingga uang saku penerima.

Proses seleksi penerima beasiswa siswa dilakukan secara ketat melalui Munaqosah Tahfidz Al-Qur’an. Para peserta diuji langsung terkait kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, dan kekuatan ingatan tanpa melihat mushaf Al-Qur’an. Skema ini mengubah capaian hafalan siswa menjadi pengalaman spiritual yang berkesan di Tanah Suci.

Melihat keberhasilan ini, sekolah mematok target penghimpunan dana sebesar Rp90 juta untuk tahun depan. Dengan target tersebut, SMAN 1 Padalarang berharap dapat memberangkatkan tiga orang sekaligus—terdiri dari dua siswa dan satu guru atau tenaga kependidikan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search