Wasathiyah Jadi Bingkai Muhammadiyah Dalam Pergaulan Internasional

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syamsul Anwar.
www.majelistabligh.id -

Sikap wasathiyah (moderat) mempermudah Muhammadiyah dalam memperluas internasionalisasi gerakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syamsul Anwar, dalam acara Bincang Santai di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) FM 91.6 pada Senin (14/9/2026).

Menurut Syamsul, sikap moderat menjadi bingkai utama Muhammadiyah saat menjalin pergaulan global, termasuk memuluskan pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di Perlis.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia, khususnya Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, atas dukungannya dalam pendirian UMAM.

“Saya kira kerja sama ini sangat baik. Tidak hanya UMRI yang berkolaborasi, tetapi UMSU juga bisa memanfaatkan peluang ini,” ungkapnya.

Saat ini, UMAM menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA)—bahkan perguruan tinggi pertama asal Indonesia—yang sukses berdiri di luar negeri. Oleh karena itu, Syamsul mendorong seluruh kampus PTMA untuk saling bahu-membahu.

“Segala sesuatu akan sukses jika dikerjakan bersama. Together we can,” ujarnya.

Dalam menjaga relasi global dan memajukan internasionalisasi gerakan, termasuk yang dilakukan UMSU, Syamsul berpesan agar organisasi tetap berpijak pada manhaj Islam Berkemajuan.

“Manhaj ini diharapkan mampu memecahkan berbagai persoalan penting dalam kehidupan kita,” terangnya.

Pendekatan Islam Berkemajuan diharapkan menjadi sudut pandang utama dalam melihat tantangan zaman, sehingga Islam mampu menjawab berbagai persoalan internal maupun eksternal. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search