Jika kita tidak punya amal jariyah maka pastikanlah kita tidak punya dosa jariyah setelah kematian. Sangat rugi, jika kita mati membawa dosa jariyah, dosa terus mengalir sampai hari kiamat.
Contohnya:
- Pernah share video porno, itu tersebar setelah kamatiannya dan ia belum bertaubat.
- Pernah share foto membuka aurat di media sosial dan tersebar serta dilihat oleh laki-laki.
- Pernah mengajarkan keburukan dan memberi contoh, ia belum bertaubat dan belum memperbaiki dan membenarkan ajaran yang tersebar tersebut.
- Pernah share berita bohong, hoax
Jika ia bertaubat dan ikhlas, berusaha menghilangkan dosa yang yang ia ajarkan dan ia sebar, akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Berikut beberapa dalil adanya dosa jariyah. Sebagaimana ada amal jariyah maka ada juga dosa jariyah sebagaimana dalam hadits berikut:
“Barangsiapa yang mencontohkan melakukan suatu perbuatan yang buruk, maka baginya dosanya dan dosa orang yang melakukan sesudahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”
Demikian juga Allah ta’ala berfirman bahwa orang yang mengajarkan atau mencontohkan perbuatan dosa, ia akan menanggung dosa orang yang mengikutinya.
“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada Hari Kiamat, dan memikul dosa-dosa orang yang mereka sesatkan, yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)
Mujahid menafsirkan ayat ini, beliau berkata:
- Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikuti mereka.
- Mereka sama sekali tidak diberi keringanan azab karena dosa orang yang mengikutinya.
Barokallaah fiikum.
ismirzaf@gmail.com fimdalimunthe55@gmail.com
