Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bulak Banteng menyelenggarakan Pelatihan Fikih Perawatan Jenazah pada Ahad (30/8) berlokasi di Masjid Al-Mukminun, Bulak Banteng Wetan, Surabaya. Kegiatan edukatif ini digelar untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, tepat, serta praktis mengenai tata cara pemulasaraan jenazah yang sesuai dengan syariat Islam dan pedoman Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan hangat dari Ketua Takmir Masjid Al-Mukminun, H. Homaidi. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi tinggi inisiatif PRM Bulak Banteng yang merangkul warga sekitar dalam kegiatan dakwah yang sangat krusial bagi kehidupan bermasyarakat.
“Kami menyambut baik pelatihan ini karena perawatan jenazah adalah kewajiban fardhu kifayah yang sering kali dihindari warga, baik karena rasa takut maupun kurangnya pemahaman ilmu. Semoga Masjid Al-Mukminun terus menjadi pusat dakwah yang memakmurkan dan memberi manfaat nyata bagi jamaah,” tutur H. Homaidi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PRM Bulak Banteng, Ustadz Dwi Nugroho, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman fikih jenazah yang benar agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik-praktik pemulasaraan yang menyimpang dari ajaran murni Al-Qur’an dan As-Sunnah.
“Mengurus jenazah bukan sekadar tradisi rutin, melainkan ibadah mendasar yang harus dipertanggungjawabkan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan warga Muhammadiyah Bulak Banteng mampu mengurus jenazah anggota keluarga maupun masyarakat sekitar secara mandiri dan sepenuhnya merujuk pada Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah,” tegas Ustaz Dwi Nugroho.
Memasuki sesi materi inti, Ustadz Idris Saputra hadir memaparkan teori sekaligus memandu teknik pemulasaraan jenazah, mulai dari tata cara memandikan, teknik melipat kain kafan, pelaksanaan shalat jenazah, hingga tata cara pemakaman yang matang.
“Perawatan jenazah dalam tuntunan HPT Muhammadiyah menekankan kesederhanaan, keikhlasan, serta kepatuhan penuh pada sunnah Rasulullah SAW. Tidak boleh ada praktik berlebihan atau penambahan ritual yang tidak dicontohkan Nabi. Prinsip utamanya adalah memuliakan jenazah dan menjaga rapat-rapat kerahasiaan aib almarhum selama proses perawatan,” terang Ustadz Idris Saputra di hadapan puluhan peserta yang hadir dengan antusias.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang waktu zuhur ini diakhiri dengan simulasi dan praktik langsung mengkafani serta menyalatkan jenazah, dibimbing oleh tim anggota PRM Bulak Banteng. (munawir sarjali)
