FASHMU 2026 Dimatangkan, MT PWM Jatim Gandeng PDM Lamongan dan LAZISMU Perkuat Sinergi

FASHMU 2026 Dimatangkan, MT PWM Jatim Gandeng PDM Lamongan dan LAZISMU Perkuat Sinergi
www.majelistabligh.id -

Semangat kolaborasi menjadi penegas dalam rapat koordinasi lanjutan persiapan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) ke-3 2026 yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), dan LAZISMU Lamongan.

Pertemuan yang dilakukan di kantor PDM Lamongan tersebut difokuskan untuk mematangkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan FASHMU, mulai dari dukungan pendanaan, konsumsi peserta, kesiapan sarana dan prasarana, hingga pembagian tugas masing-masing unsur kepanitiaan. Seluruh peserta rapat bersepakat memperkuat koordinasi agar setiap kebutuhan dapat dipenuhi secara terukur dan pelaksanaan FASHMU pada Ahad (25/7/2026) berlangsung lancar.

“Rapat hari ini saya kira lebih fokus pada support system khususnya soal dana untuk pelaksanaan FASHMU,” ujar Ustadz Abdul Basit, Lc, MPdi, Ketua MT PWM Jatim dalam sambutan iftitahnya, Rabu (8/7/2026).

Dijelaskannya, pada pertemuan awal seluruh panitia FASHMU di Kampus UMLA, sudah ada kesepakatan porsi dana yang akan ditanggung oleh pihak UMLA. Namun, masih diperlukan anggaran lain untuk kesuksesan FASHMU ke-3 tanggal 25 Juli 2026.

“Semoga PDM dan LAZISMU Lamongan dapat memberikan dukungan dana yang optimal,” kata Irwan Hasan, Ketua Pelaksana FASHMU ke-3, menimpali.

Ketua PDM Lamongan, Dr H Shodikin, MPd menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan besar ditentukan oleh kekuatan koordinasi antarlembaga sejak tahap perencanaan.

“Yang paling penting bukan hanya menghitung kebutuhan secara matematis, tetapi memastikan seluruh unsur pendukung benar-benar siap. Semua persoalan harus kita selesaikan melalui koordinasi sehingga ketika pelaksanaan nanti tidak ada lagi hal-hal yang menghambat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian tanggung jawab antara PDM, LAZISMU, Majelis Tabligh, dan UMLA perlu dipastikan sejak awal agar seluruh proses berjalan efektif. Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan modal utama dalam menyukseskan FASHMU sebagai agenda dakwah Muhammadiyah.

“Mewakili PDM Lamongan, kami ucapkan ahlan wa sahlan untuk pelaksanaan FASHMU di Bumi Megilan Lamongan,” ujarnya.

Soal pendanaan, PDM Lamongan kata Shodikin, akan bantu secara maksimal. “Nanti kita akan kolaborasi dengan LAZISMU untuk dukung anggaran FASHMU,” terangnya.

Dalam rapat juga dibahas estimasi kebutuhan konsumsi peserta yang diperkirakan datang dari berbagai daerah Jawa Timur. Selain itu, kesiapan fasilitas UMLA menjadi perhatian karena akan digunakan sebagai lokasi perlombaan, konsolidasi peserta, serta kegiatan pendukung lainnya.

Panitia memastikan kapasitas ruang yang tersedia di lingkungan kampus mampu mengakomodasi kebutuhan pelaksanaan berbagai cabang perlombaan dan aktivitas peserta selama festival berlangsung.

Sementara itu, Ketua LAZISMU Lamongan, Drs. H. Sujudna, menyampaikan bahwa pihaknya siap berpartisipasi dalam menyukseskan FASHMU melalui dukungan yang disesuaikan dengan kemampuan lembaga.

“Kami berkomitmen mendukung pelaksanaan FASHMU. Memang kemampuan anggaran LAZISMU memiliki keterbatasan, tetapi kami akan terus berkoordinasi dengan PDM Lamongan agar kontribusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi kelancaran kegiatan,” katanya.

Menurutnya, sinergi antaramal usaha, persyarikatan, dan lembaga pendukung menjadi kekuatan Muhammadiyah dalam menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat luas bagi umat.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk segera menindaklanjuti hasil pembahasan melalui koordinasi teknis pada masing-masing bidang. Seluruh unsur panitia optimistis, dengan semangat ta’awun (tolong-menolong) dan gotong royong, FASHMU 2026 dapat terselenggara dengan baik serta menjadi ruang pembinaan generasi Qurani yang berakhlak, berprestasi, dan mencintai nilai-nilai Islam berkemajuan.

FASHMU merupakan agenda pembinaan yang diinisiasi Majelis Tabligh PWM Jawa Timur sebagai wadah pengembangan bakat, karakter, dan syiar Islam bagi anak-anak Muhammadiyah. Melalui kolaborasi antara persyarikatan, amal usaha, dan lembaga pendukung, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan menggembirakan. (abdul wahab)

 

Tinggalkan Balasan

Search