Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan pentingnya menjadikan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) sebagai pijakan strategis dalam memetakan potensi dan basis data kader sejak usia dini. Langkah ini dinilai vital untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan serta pengkaderan di seluruh wilayah Jawa Timur.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Moh. Sulthon Amien, M.M., saat menerima audiensi Laporan Pelaksanaan Fashmu dari Majelis Tabligh PWM Jatim di Ruang Pimpinan PWM Jatim, Surabaya, Jumat (7/8/2026). Pertemuan ini turut dihadiri jajaran Wakil Ketua PWM Jatim lainnya, yakni Ir. Tamhid Masyhudi, Dr. Sholihin Fanani, M.PSDM., Dr. Hidayatulloh, M.Si., dan Prof. Dr. Thohir Luth, M.A.
Dalam arahannya, Sulthon Amien menggarisbawahi pentingnya pendataan yang terstruktur dan komprehensif terhadap seluruh peserta yang berpartisipasi, khususnya bagi anak-anak yang berhasil mengukir prestasi dalam ajang Fashmu.
“Kita harus punya data lengkap anak-anak Muhammadiyah, khususnya yang berprestasi dalam Fashmu. Mulai dari namanya, sekolahnya, tempat tinggalnya, dan lain-lain,” ujar Sulthon Amien.
Menurutnya, basis data prestasi ini berfungsi sebagai tolok ukur obyektif untuk menilai sejauh mana efektivitas dan pemerataan kualitas pendidikan anak di lingkungan Muhammadiyah. Tren positif peningkatan kualitas pelaksanaan Fashmu dari tahun ke tahun menjadi indikator kuat bahwa pembinaan bakat siswa tidak lagi terpusat di sekolah-sekolah unggulan tertentu saja, melainkan telah tersebar secara merata.
Menuju Skala Naisonal
Melihat keberhasilan Majelis Tabligh PWM Jatim dalam menyelenggarakan Fashmu sebanyak tiga kali berturut-turut, Sulthon Amien menilai sudah saatnya cakupan agenda ini diperluas ke skala nasional di bawah naungan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Gagasan membawa Fashmu ke tingkat nasional tersebut mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua PWM Jatim yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Hidayatulloh, M.Si. Ia menyatakan kesiapan Jawa Timur untuk menjadi pelopor sekaligus tuan rumah perdana jika ajang bergengsi tersebut resmi diangkat ke tingkat pusat.
“Jika gelaran Fashmu nanti diadopsi oleh pusat, Jawa Timur siap menjadi pelaksana sekaligus tuan rumah. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) siap jadi tuan rumah,” tegas Hidayatulloh. || chusnun
