Fashmu Jatim 2026: Membangun Generasi Bermental Juara

*) Oleh : Chusnun Hadi
Editor majelistabligh.id
www.majelistabligh.id -

Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) bersiap menjadi tuan rumah perhelatan akbar Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) ke-3 Tingkat Jawa Timur. Ajang bergengsi ini digelar pada 25 Juli 2026, yang akan menyedot perhatian ribuan warga persyarikatan.

Lebih dari sekadar kompetisi biasa, Fashmu yang dilaksanakan atas kerjasama Majelis Tabligh PWM Jatim, PDM Lamongan dan UMLA, adalah manifestasi nyata dari upaya persyarikatan dalam merawat, menumbuhkan, dan mengkader tunas-tunas muda yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan umat di masa depan.

Kaderisasi Muhammadiyah sejak usia dini merupakan fondasi strategis yang tak bisa ditawar. Menghadapi dinamika zaman dan disrupsi global yang semakin kompleks, persyarikatan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.

Fashmu dirancang secara komprehensif untuk mencetak kader yang spiritual—memiliki kedekatan emosional dengan Sang Pencipta; sportif—menjunjung tinggi fair play, integritas, dan kerja keras; serta berkemajuan—berpikiran futuristik, adaptif, dan solutif.

Penanaman nilai-nilai teologi Al-Ma’un harus dimulai sejak dini agar mendarah daging dalam karakter anak-anak Muhammadiyah. Urgensi kaderisasi ini sangat sejalan dengan data massifnya pergerakan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Jumlah Amal Usaha Pendidikan (AUP) Muhammadiyah di Jawa Timur yang dikelola oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mencapai lebih dari 2.000 unit. Lembaga tersebut mencakup berbagai jenjang, yaitu:

  • 1.984 Sekolah (TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
  • 52 Pondok Pesantren
  • 328 Madrasah Diniyah dan TPQ/A
  • 5 Sekolah Luar Biasa (SLB)

Jika ekosistem kaderisasi tidak dikelola dengan serius sejak level akar rumput, potensi demografi ini berisiko kehilangan arah. Fashmu hadir sebagai inkubator raksasa untuk menyaring dan memoles potensi dari ratusan ribu siswa AUP tersebut menjadi kader unggulan persyarikatan.

Dalam ekosistem Fashmu, “mental juara” tidak sekadar dimaknai sempit sebagai peraih medali atau piala. Mental juara adalah ketangguhan psikologis dalam menghadapi tekanan, keberanian berinovasi, dan daya juang yang pantang menyerah. Inilah esensi mendalam dari fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan.

Anak-anak dilatih untuk memahami bahwa kompetisi terbaik bukanlah tentang menjatuhkan lawan, melainkan mengalahkan ego diri sendiri untuk terus berkarya bagi kemanusiaan semesta. Melalui berbagai cabang lomba seperti tahfiz, azan, MTQ, MHQ dan seni budaya dalam lomba kaligrafi dan lain-lain, mereka diasah untuk tampil prima, percaya diri, namun tetap berakhlak mulia dan rendah hati sesuai teladan Rasulullah saw.

Menjelang pembukaan pada 25 Juli 2026, kampus UMLA telah bertransformasi menjadi panggung pembuktian dan laboratorium peradaban. Fashmu Jatim 2026 bukan sekadar pesta anak sholeh Muhammadiyah, melainkan kawah candradimuka.

Dari Lamongan, harapan besar persyarikatan disemai, memastikan bahwa Muhammadiyah akan terus hadir sebagai pelopor kemajuan, dipimpin oleh generasi berjiwa juara yang berkalbu fastabiqul khairat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search