Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali dibuktikan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh (FKM Unmuha). Tim akademisi ini turun langsung ke Kampung Daling, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Pada Jumat (9/1/2026).
Langkah ini diambil bukan sekedar sebagai pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan sebagai bentuk aksi nyata dalam menjawab tantangan kesehatan di wilayah pedesaan.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena mengusung konsep kolaborasi lintas sektor. FKM Unmuha menggandeng Tim Bidang Pelayanan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Sinergi antara dunia pendidikan (akademisi) dan pemerintah (birokrasi) ini bertujuan agar setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan sejalan dengan peta jalan kebijakan kesehatan yang ada di daerah tersebut.
Dekan FKM Unmuha, Dr. Basri Aramico, SKM MPH menegaskan, agenda ini adalah tanggung jawab moral yang diemban institusi. Menurutnya, kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari realitas sosial.
“Peningkatan literasi kesehatan di tingkat desa adalah kunci utama dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara jangka panjang,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, tim pelaksana di lapangan mengungkapkan, pengabdian ini merupakan proses pengejawantahan ilmu pengetahuan. Teori-teori yang selama ini dibahas di ruang kuliah diuji kebermanfaatannya dalam praktik langsung. Melalui edukasi dan bantuan yang diberikan, diharapkan warga Kampung Daling mendapatkan dampak positif yang nyata dan dapat diukur.
Ada dua pilar utama yang menjadi fokus dalam kegiatan di Kampung Daling kali ini. Pertama adalah aspek promotif dan preventif melalui bakti sosial. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, tetapi juga dibekali dengan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat demi mencegah munculnya berbagai penyakit.
Kedua, tim juga menyalurkan bantuan material secara langsung. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan fasilitas dasar kesehatan yang mungkin selama ini masih terbatas di kampung tersebut.
Dukungan konkret ini menjadi bukti bahwa kepedulian FKM Unmuha mencakup aspek edukasi sekaligus pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat.
Kolaborasi Strategis untuk Solusi Berkelanjutan
Keterlibatan Dinas Kesehatan Aceh Tengah dalam agenda ini juga berfungsi sebagai upaya validasi data.
Dengan bekerja sama, pihak universitas dan pemerintah dapat memetakan permasalahan kesehatan komunitas secara lebih akurat. Pola kemitraan pentahelix seperti ini diharapkan mampu menciptakan solusi kesehatan yang tidak hanya sesaat, tetapi berkelanjutan bagi warga Aceh Tengah.
Melalui inisiatif ini, FKM Unmuha kembali mempertegas posisinya sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional, dimulai dari unit terkecil yaitu desa. (abdul fatah)
