Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi, tetapi kita masih punya pilihan tentang bagaimana menjalaninya.
Aku belajar, ada banyak hal dalam hidup yang datang tanpa kita minta. Orang bisa mengecewakan kita, rencana bisa gagal, ucapan seseorang bisa melukai hati, keadilan bisa berubah tanpa izin kita.
Dulu aku sering bertanya, “Kenapa ini harus terjadi kepadaku?”
Sekarang pertanyaanku mulai berubah:
“Aku mau menjadi seperti apa setelah mengalami semua ini?”
Karena mungkin, aku tidak punya kendali atas semua kejadian. Tapi aku masih punya pilihan:
- Aku mau tetap marah, atau belajar memahami.
- Aku mau terus menyalahkan keadaan, atau mulai memperbaiki apa yang masih bisa diperbaiki.
Itulah free will yang aku pahami: Bukan kebebasan untuk mengatur seluruh hidup, tetapi kesadaran untuk memilih respon atau apa yang diberikan kehidupan. Dan dalam perspektif iman, ikhtiar kita tetap berjalan bersama ketetapan Allah.
Kita berusaha memilih yang baik, kemudian belajar menerima apa yang berada di luar kendali kita. Karena dewasa bukan berarti kita bisa mengendalikan semuanya. Dewasa adalah ketika kita tahu mana yang harus diperjuangkan, mana yang harus dilepaskan, dan bagaimana tetap menjadi diri yang baik di tengah keadaan yang tidak selalu baik.
“Ya Allah, jadikanlah ilmu yang kami pelajari bermanfaat dan mudahkanlah kami untuk mengamalkannya.”
