Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung bersama Pecah Telur, Rapiin Organizer, serta sejumlah komunitas dan organisasi kewirausahaan seperti HIPMI Tulungagung dan TDA Tulungagung menggelar kegiatan Sinau Bareng: Struktur Organisasi Sesuai Model Bisnis pada Ahad (7/6/2026) di Aula Masjid Al Fattah Tulungagung.
Kegiatan ini menghadirkan Alfath, praktisi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola organisasi, sebagai narasumber utama. Sekitar 40 peserta dari berbagai latar belakang usaha, komunitas bisnis, dan organisasi di Kabupaten Tulungagung turut mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut.
Melalui tema yang diangkat, para peserta diajak memahami bahwa keberhasilan dan pertumbuhan sebuah usaha tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan menjual produk atau strategi pemasaran. Kejelasan struktur organisasi, pembagian tugas yang tepat, serta tata kelola yang sesuai dengan model bisnis juga menjadi faktor penting dalam menciptakan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan dan diskusi, Alfath menjelaskan pentingnya struktur organisasi sebagai alat untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang terjadi dalam perusahaan. Ia mengibaratkan penyusunan struktur organisasi sebagai proses diagnosis kesehatan sebuah bisnis.
“Struktur organisasi ibarat proses diagnosis oleh dokter. Ketika diagnosisnya tepat, akar masalah perusahaan dapat ditemukan sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Melalui workshop yang berlangsung dinamis, banyak peserta memperoleh perspektif baru mengenai kondisi organisasi di usaha masing-masing. Mereka menyadari bahwa struktur yang selama ini diterapkan belum tentu sesuai dengan kebutuhan bisnis maupun fase pertumbuhan usaha yang sedang dijalani.
Ketidaksesuaian tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti tumpang tindih pekerjaan, ketidakjelasan tanggung jawab antaranggota tim, hingga lambatnya proses pengambilan keputusan yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan usaha.
Selain mendapatkan materi dan wawasan praktis, peserta juga memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung dengan narasumber. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta melakukan studi banding dengan pelaku usaha lain yang menghadapi tantangan bisnis yang beragam.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, SUMU Tulungagung berencana menghadirkan program Klinik Bisnis, yaitu forum pendampingan dalam kelompok kecil yang dirancang untuk membantu pelaku usaha melakukan diagnosis lebih mendalam terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Melalui program tersebut, peserta diharapkan dapat mengidentifikasi akar masalah bisnis secara lebih akurat, sekaligus memperoleh rekomendasi solusi, strategi perbaikan, dan langkah implementasi yang terukur sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
SUMU Tulungagung berharap kegiatan Sinau Bareng ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya belajar, berkolaborasi, dan saling menguatkan di kalangan pelaku usaha. Dengan demikian, semakin banyak bisnis yang tumbuh secara sehat, dikelola secara profesional, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (soleh)
