Ketika Hati Bertanya: Mengapa Ada yang Mengubah Ciptaan Allah?

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Sering kali aku bertanya dalam hati, “Mengapa ada orang yang rela mengubah ciptaan Allah? Ujian apa yang dilewati sehingga memutuskan semua itu?

Padahal mereka tahu, Allah tidak menyukai perbuatan itu. Namun sering terdengar alasan, “Allah tahu isi hatiku.”

Benar. Allah Maha Mengetahui isi hati setiap hamba. Tetapi Allah juga memberi manusia kehendak untuk memilih. Allah mengizinkan kita melakukan kebaikan maupun keburukan, bukan karena Allah meridai semuanya, melainkan karena hidup ini adalah ujian.

ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ

“…yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” (QS Al-Mulk 67:  2)

Karena itulah kita membutuhkan ilmu. Ilmu akan membimbing kita agar menjalani hidup sesuai dengan apa yang Allah perintahkan, bukan sekadar mengikuti apa yang hati inginkan.

Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Kebaikan mendatangkan keberkahan, sedangkan keburukan bisa membuka pintu ujian yang tidak kita sadari. Bisa berupa hati yang semakin gelisah, masalah yang terus berdatangan, atau berbagai kesulitan yang menjadi peringatan agar kita kembali kepada-Nya.

Bukan tugas kita menghakimi seseorang. Tugas kita adalah terus belajar, memperbaiki diri, dan saling mengingatkan dengan hikmah. Karena kecantikan yang paling indah bukanlah hasil mengubah ciptaan Allah, tetapi hati yang taat kepada-Nya.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search