Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya ketajaman dan keselarasan visi strategis bagi para pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Menurutnya, ketepatan pimpinan dalam menentukan arah kebijakan menjadi kunci utama akselerasi kemajuan kampus di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
Hal tersebut disampaikan Haedar dalam acara Leadership Training (LT) Angkatan XII yang dihadiri oleh para rektor dan wakil rektor PTMA pada Senin malam (13/7/2026). Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin kampus wajib memilah prioritas dengan tepat, terutama dalam menyeimbangkan antara agenda operasional harian dan agenda strategis jangka panjang.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Haedar menekankan lima dimensi visi strategis yang harus diinternalisasi oleh seluruh pimpinan PTMA:
1. Penguatan Konsep dan Norma Gerakan
Perguruan tinggi harus dibangun di atas fondasi konseptual yang kuat, termasuk menghadirkan penjenamaan (branding) khas berbasis nilai-nilai Risalah Islam Berkemajuan.
“Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bukan semata-mata sebagai ilmu pengetahuan (knowledge), tetapi juga sebagai nilai (value) yang melahirkan sikap dan orientasi tindakan,” ujar Haedar.
2. Pembenahan Organisasi dan Kepemimpinan
Haedar mendorong perubahan etos kerja dari pola birokratis yang kaku menuju etos kerja swasta yang mandiri dan berdaya juang tinggi. “Apa etos swasta itu? Mandiri, hemat, dan memiliki standar kualitas hidup (standar for life) yang tinggi,” jelasnya.
3. Perluasan Jaringan (Networking)
Kolaborasi dinilai sebagai kekuatan utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan modern. Haedar juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi internal antara PTMA dan struktur persyarikatan Muhammadiyah.
“Kunci networking adalah kolaborasi yang kuat untuk melahirkan hegemoni positif. Silakan bangun jejaring antara kampus yang besar dan yang kecil. Yang besar tidak bisa hidup sendirian, dan yang kecil juga tidak boleh melestarikan kekecilannya terus-menerus,” tambahnya.
4. Pengembangan Sumber Daya
Pimpinan kampus harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas dosen melalui dukungan studi lanjut. Selain kualitas SDM, Haedar juga mendorong PTMA untuk aktif mengembangkan unit bisnis profesional guna menopang kemandirian finansial kampus.
5. Komitmen pada Keunggulan Kampus
Haedar menegaskan bahwa keunggulan adalah komitmen kolektif yang diwujudkan melalui kualitas lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
“Kita harus membangun keunggulan karena pertaruhan Muhammadiyah ada di situ. Universitas kita harus unggul agar memiliki daya saing dan diminati masyarakat. Saat ini, masyarakat berharap kuliah bisa langsung bekerja. Pimpinan PTMA harus mengulik keras bagaimana menyiapkan lulusan yang siap kerja,” tekannya.
Di akhir arahannya, Haedar mengajak seluruh pimpinan PTMA untuk menjadi pemimpin visioner yang mampu membaca perubahan zaman dan berani mengambil keputusan strategis. Kepemimpinan yang visioner, menurutnya, bukan sekadar mengelola keadaan yang ada, melainkan mampu menunjukkan arah baru (show the way) yang membawa perubahan nyata. (*/tim)
