Haedar Nashir: Kekuatan Ekonomi Pilar Penting Kemandirian Umat

Haedar Nahsir
www.majelistabligh.id -

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh kader dan warga Muhammadiyah untuk memaknai setiap aktivitas kehidupan serta gerak organisasi sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt.

Pesan mendalam tersebut disampaikan Haedar saat memberikan arahan pada Tabligh Akbar Hari Ber-Muhammadiyah yang dirangkaikan dengan Peresmian Gerai Mentari Mart ke-7 di Kabupaten Jember, Sabtu (1/8/2026).

Mengutip firman Allah Swt dalam Al-Qur’an, fa aina tadzhabun (ke mana kamu akan pergi), Haedar mengingatkan bahwa setiap insan harus menyadari tujuan hidupnya. Selain sebagai hamba yang beribadah, manusia diamanahkan sebagai khalifah fil ardh untuk memakmurkan bumi tanpa merusaknya.

“Manusia dianugerahi akal pikiran untuk menjalankan fungsi khalifah secara optimal. Di Muhammadiyah, kita memadukan potensi qalb (hati) dan ‘aql (akal) secara berjamaah. Ibadah individu itu hebat, tetapi jika dilakukan bersama-sama akan menjadi jauh lebih dahsyat,” ujar Haedar.

Ekonomi Sebagai Pilar Keempat Gerakan

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menggarisbawahi pentingnya sektor ekonomi sebagai instrumen strategis kemandirian umat. Ia mengingatkan kembali keputusan Muktamar Muhammadiyah yang menetapkan bidang ekonomi dan bisnis sebagai pilar keempat gerakan, sejajar dengan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

Menurutnya, stigma negatif sebagian umat terhadap aktivitas bisnis harus segera dibenahi. Menguasai potensi duniawi bukan berarti menjadi budak dunia, melainkan cara memanfaatkan sumber daya sebagai bekal kehidupan akhirat.

“Salah satu cara agar ekonomi umat kuat adalah membenahi cara pandang kita terhadap bisnis. Seluruh sumber daya adalah anugerah Allah yang harus dikelola dengan baik dan bertanggung jawab, bukan untuk dirusak,” tegasnya.

Menanggapi peresmian Gerai Mentari Mart ke-7, Haedar memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi jaringan bisnis yang terus tumbuh. Ia menekankan bahwa kemandirian organisasi tidak diartikan sebagai sikap menyendiri, melainkan kemampuan berdiri di atas kaki sendiri sambil terus membangun jejaring kebaikan (birri wat-taqwa).

Kekuatan gerakan Muhammadiyah, lanjut Haedar, juga ditopang oleh sistem tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Keberadaan Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan (LPPK) menjadi bukti profesionalisme organisasi dalam mengelola amanah.

“Para pimpinan tidak memegang langsung uang organisasi. Semuanya dikelola secara profesional oleh lembaga khusus yang terpercaya. Inilah salah satu fondasi utama kekuatan tata kelola di Muhammadiyah,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search