“Health is a blessing whose value is often only felt when it has been lost.”
“(Kesehatan adalah nikmat yang sering baru terasa nilainya ketika ia telah hilang).”
Di era modern, menjaga kesehatan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Biaya berobat yang terus meningkat mengajarkan bahwa mencegah jauh lebih murah daripada mengobati. Islam telah mengajarkan pola hidup sehat melalui makanan yang halal dan baik, menjaga kebersihan, berolahraga, serta tidak berlebihan dalam segala hal. Allah Swt berfirman:
كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ …….. ”
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan…..”(QS. Al-A’raf: 31).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini mengandung perintah untuk menikmati rezeki Allah secara wajar tanpa melampaui batas, karena sikap berlebihan dapat merusak kesehatan dan mendatangkan mudarat. Rasulullah SAW bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.“(HR. Bukhari No. 6412).
Hadis ini mengingatkan bahwa kesehatan adalah amanah yang harus dijaga sebelum datang sakit. Jangan menunggu tubuh memberi peringatan baru kita mengubah gaya hidup. Syukur kepada Allah tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dengan merawat tubuh yang telah Dia titipkan.
Semoga Allah Swt senantiasa menganugerahkan kesehatan lahir dan batin kepada kita, menjadikan tubuh ini kuat untuk beribadah, berkarya, dan menebar manfaat bagi sesama.
Semoga bermanfaat.
