Hijrah Menanamkan Peradaban Dunia

Hijrah Menanamkan Peradaban Dunia
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Lamongan
www.majelistabligh.id -

Pahit getirnya perjuangan adalah bumbu-bumbu sedap bagi para pejuang dalam menegakkan kalimat ilahi juga addinul Islam.

Dalam kerangka hijrah, kita menengok cahaya api perjuangan yang membara di masa awal Islam yang dibawa Rosulullah SAW. Dari hijrah ini benih yang ditanam melahirkan peradanan dunia.

Kekejaman musuh Islam menjadi hikmah hijrahnya Nabi Muhammad dan pengikutnya untuk menelusuri gurun terjal menuju Yasrif.

Perjalanan hijrah ini meninggalkan situs sejarah suci dengan dibangunnya Masjid Quba. Pembangunan Masjid Quba dimulai pada tanggal 8 Rabiul Awwal tahun 1 Hijriah, yang bertepatan dengan 23 September 622 Masehi. Masjid yang terletak di Madinah ini adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam oleh Nabi Muhammad SAW, dengan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh beliau bersama para sahabat.

Singkat cerita inilah para pejuang yang merasakan pahit getirnya perjuangan dan hanya mengharap rahmat Tuhannya.
Sebagaimna firman Allah SWT., sebagai berikut ;

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَا لَّذِيْنَ هَا جَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰٓئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)

Kandungan Ayat
1. Beriman ; “Sesungguhnya orang-orang yang beriman
2. Berhijrah ; dan orang-orang yang berhijrah
3. Berjihad ; dan berjihad di jalan Allah
4. Rahmat Allah ; mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah.
5. Keagungan Tuhan ; Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang

Pelajaran yang dapat kita petik.

Dari ayat yang kita kutip, memberi pelajaran yang sangat berharga. Bahwa untuk meraih pengampunan dan kasih sayang Ilahi, haruslah berjuang sepenuh kemampuan itulah jihad. Berjihad haruslah menyiapkan diri untuk mengenyam tantangan yang sulit, pahit dan ketir. Di sini ditantang dengan siapnya untuk berpayah-payah mengikuti Sang Utusan tercinta, yakni berhijrah. Berhijrah ini hanya bisa dilakukan dari jiwa yang berdasarkan iman. Maka iman inilah yang membawa kobaran api untuk berhijrah, berjihad. Dari iman, hijrah dan jihad inilah yang sanggup meraih rahmat Allah SWT.

Catatan :
– Dari paparan singkat diatas bisa kita simpulkan, bahwa tantangan perjuangan melahirkan hikmah dengan hijrahnya Nabi SAW.
– Dari hijrah inilah lahir benih peninggalan sejarah masjid Quba.
– Dari hijrah melahirkan peradaban dunia yang membahana dengan bukti Yasrib menjadi kota Madinah.
– Dari Madinah yang dibangun ini Rosul menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًا

Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,” (QS. Al-Fath 48: Ayat 1)

– Dan dari fathul makkah Inilah bukti Islam merupakan sebuah agama “rahmatan lil’alamiin.”
Semoga manfaat, aamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Search