Jemaah Haji Keluhkan Larangan Jemur Baju di Rooftop Hotel Makkah

Jemuran jemaah haji di Rooftop Hotel Makkah. (ist)
www.majelistabligh.id -

Fasilitas akomodasi bagi jemaah haji Indonesia di Makkah terus menjadi perhatian serius. Menanggapi keluhan sebagian jemaah terkait larangan menjemur pakaian di atap hotel (rooftop), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat mencarikan solusi demi kenyamanan dan keselamatan jemaah.

Kepala Seksi Layanan Akomodasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Suryo Panilih, menegaskan bahwa secara keseluruhan layanan akomodasi berjalan aman dan lancar. Pihak hotel tetap berkomitmen menjalankan kewajibannya sesuai kontrak pelayanan yang telah disepakati.

Terkait larangan penggunaan rooftop untuk menjemur pakaian, Suryo menjelaskan bahwa kebijakan tersebut murni didasari oleh regulasi keamanan yang berlaku di Arab Saudi.

“Berdasarkan informasi dari Otoritas Saudi, menjemur di atap hotel dilarang karena berisiko membahayakan keselamatan jemaah dan melanggar aturan setempat, khususnya di Kota Makkah,” ujar Suryo melalui laporan Media Center Haji (MCH) di Makkah, Ahad (10/5/2026).

Memahami kebutuhan jemaah yang banyak mencuci pakaian secara mandiri, PPIH Daker Makkah langsung berkoordinasi dengan pihak syarikah (perusahaan penyedia layanan) dan pengelola hotel. Tujuannya adalah menyediakan area pengganti untuk mencuci dan menjemur yang lebih layak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mencari solusi. Hotel yang sebelumnya menggunakan area rooftop akan memindahkan aktivitas tersebut ke lokasi lain yang lebih aman,” jelas Suryo.

Beberapa opsi lokasi yang sedang disiapkan antara lain di Lantai Servis (Service Floor/S), Area yang biasanya digunakan untuk operasional hotel. Juga di Lantai Restoran (R), dengan  Memanfaatkan ruang terbuka atau area tertentu di lantai restoran yang memungkinkan bagi jemaah.

PPIH Daker Makkah memastikan bahwa setiap hotel yang belum memiliki fasilitas khusus diwajibkan segera menyediakan area alternatif. Hal ini dilakukan agar kebutuhan dasar jemaah, seperti kebersihan pakaian, tetap terlayani dengan baik tanpa melanggar aturan keselamatan.

Pemerintah berharap proses penyesuaian fasilitas ini dapat segera rampung sehingga jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah di Kota Suci dengan tenang, nyaman, dan tetap terjaga keselamatannya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search