Kajian Ahad Pagi setiap Pahing diselenggarakan rutin di Masjid KH Ahmad Dahlan, Sidayu, Gresik. Dalam kesempatan Ahad ((27/09/2026)) ini, panitia menghadirkan Dai Muda Kementerian Agama RI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh PDM Kab. Mojokerto, yakni Ust. Muhammad Iqbal Rahman.
Kajian dimulai pukul 06.00 WIB dihadiri oleh tokoh masyarakat seperti Kepala Desa, Kepala Dusun, dan dihadiri juga Mustajab, S.Sos sebagai DPRD Gresik.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para jamaah, warga sekitar, pimpinan AUM, dan Panitia yang sudah mensukseskan kajian ini dan terpantau jamaah yang hadir dalam kesempatan ini sebanyak 1350 orang,” ujar H. Acik selaku Ketua Takmir.
“Darimana kita mengetahui, dari jumlah piring/konsumsi yang telah kami bagikan kepada jamaah untuk bisa dinikmati bersama,” sambungnya.
Sementara itu, Ust. Iqbal sapaan akrabnya dalam kesempatan ini menyampaikan Kewajiban Orang Tua Kepada Anak, dan Adab Anak Kepada Orang Tuanya.
“Sebagaimana dalam Minhajul Muslim karya Syekh Abu Bakar Al-Jazairy, setidaknya ada 3 yang ingin saya sampaikan,” ujarnya.
Pertama, Menanamkan Akidah dan Agama sejak dini.
“Agar anak kita bisa terbiasa kebaikan maka sedini mungkin harus kita fahamkan pemahaman agama dan akidahnya, seperti di ajak sholat berjamaah di masjid, dibiasakan kasih uang untuk sedekah di kotak amal tiap jumat, termasuk pengawasan mereka dalam bertindak harus di pantau adab dan etikanya,” jelasnya Iqbal, yang juga berstatus Mahasiswa S2 UMSURA itu.
Ustatz Iqbal lantas menceritakan pengalaman di sekolah. Bberapa siswa selalu dia ajak praktek dalam pelajaran PAI, seperti materi awal dalam fikih bab thoharoh, materi seputar wudhu, tayamum dan mandi Junub.
“Terkadang kami lihat anak anak sekarang melakukannya masih belum sempurna, yang seharusnya dibasuh sampai siku, dia basuh seenaknya, kaki yang seharusnya dibersihkan jari jarinya, dia hanya basuh seenaknya. Apalagi tayamum sepertinya jarang dilakukan karena daerah sini jarang kekeringan,” tegasnya.
Kedua, Memberikan Teladan (Akhlak) Yang Baik.
Dalam Jurnal Pendidikan Islam, 84% anak sekarang (Gen-Z) mengalami penurunan akhlak. “Coba kita perhatikan fakta lagi, berapa banyak anak muda hari ini di setiap obrolannya ditambah tambah kata yang tidak etis, semua nama hewan di kebun binatang disebutkan,” jelasnya disambut tertawa jamaah.
Belum lagi kata kata gaul yang divariasi, termasuk kata singkatan.
Sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {أَكْرِمُوا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوا آدَابَهُمْ}.
“Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama.” (HR Ibnu Majah)
“Boleh jadi anak kita sering membentak orang tuanya, sering menyakiti hati ibunya bahkan sampai prihatin dan meneteskan air mata mungkin karena ucapan mereka di luar yang kasar seperti fakta diatas,” tandasnya.
Ketiga, Mengajak dan Meluangkan Waktu Membaca Al-Qur’an.
“Nah, maka solusi dalam kewajiban ini ajak anak kita untuk membaca Al-Qur’an, kalau tidak sempat ya dititipkan di pondok pesantren, atau diantar ke TPQ, atau ke Diniyah,” ujarnya.
“Kita buka fakta lagi, di luar sana masih banyak anak di usia jenjang SMP dan SMA ternyata baca Qur’annya masih terbata bata, bahkan belum bisa sama sekali. Ya karena anak sekarang kalau sore sepulang sekolah langsung gas ngopi di kafe, sampai malam bahkan pulang subuh,” imbuhnya.
Kewajiban Anak Kepada Orang Tua
Pertama, Tidak Pernah Membentak atau Berkata kasar.
Bentuk bakti dan kebaikan anak kita semua jika dilihat dari ngomong nya saja masih kasar apalagi membentak maka orang tua harus sering ngajak komunikasi, ibunya harus mendekati biar akrab.
“Karena banyak orang tua sibuk kerja, anaknya lupa tidak diurus dari segi kecil ini, komunikasi saja sekarang lewat hp, maka hal ini harus diperhatikan lagi agar anak kita gimana caranya agar anak nyaman dan bisa dekat atau bisa curhat ketika ada masalah dengan orang tua nya. Sebagaimana dalam Qs. Al- Isra : 23”.
Kedua, Mendoakan kedua orangtua.
“Dikatakan anak yang baik dan saleh ketika mereka terbiasa mendoakan orang tuanya, dalilnya sudah jelas”.
Sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orangtuanya”. (HR. Muslim)
“Maka oleh sebab itu, bapak ibu kalau mau ngajak anaknya salat jangan lupa dibisikin nggeh, Nak! Setelah salat nanti ibuk e didoakan nggeh, biar ibuk sama bapak sehat, rezekinya melimpah barokah dan bisa mengantarkan kamu sampai cita-cita dan harapan yang diinginkan,” jelas Iqbal.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus masjid juga turut menyediakan wedang dan jajanan pagi gratis, pasar sayur gratis, pengobatan gratis, dan menyediakan 500 paket souvenir bagi siswa SMP, SMA dan Ponpes yang di Muhammadiyah.
Turut memeriahkan juga ada stand bazar murah dari Lazismu, pembagian door prize bagi jamaah yang beruntung, dan ada bazar amal dimana ada pakaian layak pakai dijual dengan harga murah.
Puluhan pasukan baik juga turut memeriahkan Kajian dengan tugas menata dan merapikan sandal jamaah. Kokam juga turut mengamankan proses jalannya Kajian berlangsung.
“Alhamdulillahirobbil alamin, saya bangga bisa bersilaturrahim dan memberikan Kajian di Masjid KH Ahmad Dahlan, Sidayu, Gresik. Kajiannya semarak, jamaahnya banyak, bahkan pelayanan kepada jamaah luar biasa, inilah makna “dari jamaah untuk para jamaah”. Dan inilah konsep dakwah Muhammadiyah yang harus dilakukan dengan spirit dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan dan menggembirakan,” ujar Iqbal pada saat diwawancarai oleh Pasukan Baik. (*/tim)
