Kisah Fir’aun dalam Al-Qur’an merupakan salah satu laboratorium moral tentang penyalahgunaan kekuasaan. Fir’aun membangun kekuasaannya melalui istikbar, segregasi sosial, penindasan, ketakutan, propaganda, kooptasi elite dan pengendalian masyarakat. Allah bahkan menyebut mereka أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ “Para pemimpin yang mengajak manusia ke neraka.” (QS. al-Qashash [28]: 41).
Al-Qur’an tidak sedang mengajarkan manusia untuk sekadar membenci seorang tokoh sejarah. Al-Qur’an sedang mengajarkan bagaimana mengenali pola kekuasaan yang menyimpang. (Quran.com)
Karena itu, baik dalam kepemimpinan keagamaan, organisasi sosial, pemerintahan maupun politik, pertanyaan mendasarnya bukan hanya: “Siapa yang berkuasa?” Tetapi: “Bagaimana kekuasaan itu diperoleh, untuk apa digunakan, siapa yang mengawasi, bagaimana kritik diperlakukan, apakah hukum berlaku adil, dan kepada siapa pemimpin mempertanggungjawabkan kekuasaannya?”
Kepemimpinan Fir’aun memperlihatkan kekuasaan yang berpusat pada penguasa. Kepemimpinan Islam menempatkan amanah, tauhid, keadilan, syura dan pertanggungjawaban sebagai prinsip fundamental. Demokrasi modern, dengan bentuk kelembagaannya yang beragam, menekankan partisipasi politik, pembatasan kekuasaan, hukum dan mekanisme pertanggungjawaban publik.
Maka pelajaran terpentingnya adalah: Jangan hanya takut kepada pemimpin yang memiliki kekuasaan besar; waspadalah terhadap sistem yang membuat seorang pemimpin merasa tidak perlu diawasi.
Sebab ketika kekuasaan tidak dibatasi, kritik dibungkam, hukum dapat dipermainkan, loyalitas dibeli dengan fasilitas, dan rakyat hanya diposisikan sebagai objek, maka karakter kekuasaan dapat bergerak menuju pola yang oleh Al-Qur’an dicontohkan melalui Fir’aun. (*)
Daftar Pustaka
• Al-Qur’an al-Karim.
• Al-Bukhari, M. I. (n.d.). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir.
• Al-Qurthubi, M. A. (n.d.). Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
• Ibn Katsir, I. U. (n.d.). Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Riyadh: Dar Thayyibah.
• Sari, N. P., & Saputra, I. (2024). Konsep syura dan demokrasi dalam pandangan Al-Qur’an. Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi, 3(1). (E-Journal)
• Takdir Bintang, T. B. (2021). Kepemimpinan Fir’aun dalam Al-Qur’an [Tesis, UIN Sultan Syarif Kasim Riau]. (UIN Suska Repository)
