Keberanian dan Kecerdasan Nabi Ibrahim AS

Keberanian dan Kecerdasan Nabi Ibrahim AS
*) Oleh : Drs Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Nabi Ibrahim As seorang pemimpin umat yang tegas cerdas, berani dan terbebas dari perbuatan syirik serta memberantas segala bentuk penyembahan selain Allâh Swt.
Keberaniannya terbukti, beliau menghancurkan berhala berhala yang disembah oleh rezim Namruz dan pengikutnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗ وَمَا كَا نَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.””
(QS. An-Nahl 16: Ayat 123)

Sungguh sosok Nabi Ibrahim As sangat luhur serta hanif terbebas dari kemusyrikan. Beliau selalu bermunajat, tawakal pada Allâh bila menghadapi tantangan dalam berdakwah. Berdiplomasi yang pintar sehingga raja Namruz tidak bisa menjawab alias membisu.

1.Nabi Ibrahim as memberikan nasihat yang cukup bermakna :

الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ

“(yaitu) yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 78)

وَ الَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ

“dan yang memberi makan dan minum kepadaku;”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 79)

وَاِ ذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

“dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 80)

2. Berdiplomasi yang bernilai tinggi dengan raja Namruz

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَآ جَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖۤ اَنْ اٰتٰٮهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَا لَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۙ قَا لَ اَنَاۡ اُحْيٖ وَاُ مِيْتُ ۗ قَا لَ اِبْرٰهٖمُ فَاِ نَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِا لشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 258)

3. Sifat sifat yang mulia pada kepribadian Nabi Ibrahim AS adalah hanif

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ كَا نَ اُمَّةً قَا نِتًا لِّـلّٰهِ حَنِيْفًا ۗ وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah),”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 120)

شَا كِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۗ اِجْتَبٰٮهُ وَهَدٰٮهُ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ

“dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 121)

وَاٰ تَيْنٰهُ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ۗ وَاِ نَّهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ

“Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang saleh.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 122)

Tinggalkan Balasan

Search