Kemendikdasmen Dorong Guru Kenali Potensi Murid Sejak Dini

Arif Jamali Muis dalam pembukaan Webinar Series 7 Jurus BK Hebat. (ist)
www.majelistabligh.id -

Setiap anak terlahir unik dengan potensi, kelebihan, dan kebutuhan yang beragam. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya peran pendidik dalam mengenali karakteristik murid secara mendalam guna mewujudkan pendampingan holistik yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik.

Gagasan ini mengemuka dalam Webinar Series 7 Jurus BK Hebat bertajuk “Menguatkan Peran Guru Wali sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Murid melalui 7 Jurus BK Hebat”, yang digelar oleh Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus pada Rabu (2/9/2026).

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali Muis, menyoroti tantangan murid masa kini yang kian kompleks. Permasalahan anak tidak lagi terbatas pada akademik, melainkan mencakup aspek emosional, relasi sosial, perundungan, hingga dinamika psikososial di era digital.

“Sekolah tidak boleh sekadar menjadi pemadam kebakaran yang baru bergerak saat masalah terjadi. Kita harus hadir lebih awal untuk mendeteksi, mencegah, mendampingi, serta melejitkan potensi yang ada pada diri setiap murid,” tegas Arif.

Guna memberikan panduan praktis, program ini mengenalkan 7 Jurus BK Hebat, yaitu: Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi.

Menggali Potensi Melalui Jurus Pertama

Pada seri perdana yang mendalami Jurus 1 (Kenali Potensi), Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, menekankan bahwa pemetaan potensi merupakan fondasi utama pendampingan. Menurutnya, potensi siswa tidak boleh diukur semata-mata dari nilai di atas kertas, tetapi juga dari minat, keterampilan, dan karakter.

Perspektif ini diperkuat oleh praktik baik yang dibagikan Fikri Faturrahman, S.Pd., Gr., guru SMP Darul Hikam. Melalui General Audition Tahun Ajaran 2026–2027, sekolahnya memetakan minat siswa terhadap berbagai bidang pembinaan.

Hasilnya, bidang olahraga menjadi yang terbanyak diminati (47,5%), diikuti olimpiade, literasi, dan seni. Namun, Fikri menggarisbawahi bahwa kuantitas peminat tidak selalu mencerminkan potensi terbaik.

Hal itu terlihat pada bidang robotik dan koding. Meski hanya dipilih oleh delapan siswa, kelompok ini mencatatkan tingkat keyakinan tertinggi (4,25 dari skala 5) dan seluruh anggotanya berkomitmen mengikuti latihan secara rutin.

“Mengenali potensi secara mendalam berarti melihat aspek kesiapan dan keyakinan, bukan sekadar jumlah peminat. Data ini menjadi pijakan bagi sekolah untuk menyediakan fasilitas dan pembinaan yang tepat sasaran,” jelas Fikri. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search