Menjaga Akidah dan Muamalah Agar Tidak Gagal Masuk Surga

Drs. Suhadi M. Sahli, M.Pd.I.
www.majelistabligh.id -

Menjadi seorang Muslim tidak serta-merta menjadi jaminan mutlak untuk dapat melangkah mulus menuju surga. Dalam pengajian rutin Rabu malam di Masjid An-Nur Gunungsari Indah, Surabaya, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Drs. Suhadi M. Sahli, M.Pd.I., menyampaikan materi mendalam mengenai kriteria umat Islam yang berisiko gagal menghuni surga.

Dalam ceramahnya, Ustaz Suhadi menjelaskan bahwa Allah Swt sejatinya telah menjanjikan balasan berupa kehidupan yang baik (hayatan thayyibatan) serta surga bagi setiap Muslim yang beriman dan beramal saleh. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 97, Al-Bayyinah ayat 7-8, dan Al-Kahfi ayat 107. Namun, jaminan tersebut dapat gugur akibat beberapa faktor krusial yang kerap diabaikan.

Mengapa orang muslim sampai gagal masuk surga? Ustaz Suhadi merinci tiga golongan orang Islam yang gagal masuk surga:

  1. Musyrik (Menyekutukan Allah): Perbuatan syirik merupakan dosa fatal yang menghapuskan seluruh akumulasi amal kebaikan yang telah dikerjakan. Seseorang yang meninggal dalam keadaan syirik tanpa bertobat diharamkan baginya surga. “Syirik itu sangat halus, ibarat semut hitam di atas batu hitam pada malam yang gelap gulita. Maka bentengilah iman kita agar tidak tergelincir tanpa disadari,” jelas Suhadi M. Sahli.
  2. Murtad (Keluar dari Islam): Berpindah keyakinan dari Islam hingga akhir hayat menyebabkan seluruh pahala ibadah di dunia gugur dan menjadikannya penghuni neraka yang kekal.
  3. Muflis (Orang yang Bangkrut di Akhirat): Golongan ini merupakan pelaku dosa sosial (hablum minannas). Mereka datang pada hari kiamat membawa pahala salat, puasa, dan zakat yang melimpah. Namun, pahala tersebut habis terbagi-bagi untuk membayar kezaliman mereka di dunia—seperti mencaci, menuduh tanpa bukti, memakan hak orang lain, hingga menumpahkan darah. Begitu pahalanya habis, dosa orang-orang yang dizalimi dilimpahkan kepadanya hingga ia dilemparkan ke dalam neraka. “Orang yang bangkrut di akhirat bukanlah yang tidak memiliki uang atau harta, melainkan mereka yang datang membawa pahala salat dan puasa yang melimpah, namun habis tak tersisa untuk membayar kezalimannya terhadap sesama,” tambahnya

Karena itu, sangat penting bagi kita untuk tidak hanya giat dalam ibadah ritual, tetapi juga menjaga lisan dan sikap terhadap sesama manusia agar tidak menjadi orang yang bangkrut di akhirat kelak.

Melalui kajian ini, para jamaah diajak untuk senantiasa mengevaluasi diri, memelihara kemurnian akidah, serta memperbaiki hubungan muamalah antar sesama agar kelak dapat dipanggil Allah Swt dalam keadaan husnul khatimah. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search