Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pasca-Gempa Flores

Sekolah darurat untuk murid terdampak. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana gempa bumi yang menerjang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Ahad (30/8/2026), berbagai langkah tanggap darurat dan persiapan masa transisi terus digenjot untuk memulihkan aktivitas belajar ratusan ribu siswa.

Pemulihan ini juga menggerakkan dukungan lintas sektor atau partisipasi semesta. Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) dari Universitas Diponegoro mendatangkan relawan mahasiswa ke Kabupaten Ngada dan SD Woe Natarandang, Bajawa, untuk memberikan pendampingan psikososial.

Sementara itu, Yayasan Plan Indonesia turut menyalurkan air bersih (water trucking), layanan kesehatan, logistik, serta membangun ruang belajar sementara di Nagekeo.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh elemen masyarakat dan lembaga.

“Bencana ini mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi semesta bukan sekadar slogan, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata. Ketika perguruan tinggi mendatangkan mahasiswa untuk pendampingan psikososial dan organisasi kemanusiaan membantu kebutuhan dasar, kita sedang membangun kekuatan bersama untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Flores,” ujar Abdul Mu’ti.

Data Terdampak

Data per 23 Agustus 2026 mencatat gempa berdampak pada 1.918 satuan pendidikan di 7 kabupaten dan 97 kecamatan. Sebanyak 141.207 murid terpaksa berhenti belajar sementara dan 48.164 warga sekolah mengungsi.

Kerusakan fisik tercatat mencakup 665 sekolah dan 6.927 ruang kelas rusak berat—dengan konsentrasi kerusakan tertinggi di Kabupaten Manggarai (381 sekolah), Nagekeo (1.487 ruang kelas), serta Manggarai Timur (1.200 ruang kelas). Selain itu, fasilitas pendukung seperti 1.928 unit toilet, 418 laboratorium, dan 370 rumah dinas guru juga dilaporkan rusak.

Kemendikdasmen pada fase tanggap darurat (0–14 hari) telah merampungkan pendataan kebutuhan sekolah, membuka akses ke wilayah terisolasi, hingga mendistribusikan perlengkapan sekolah dan keluarga (school kit dan family kit). Dari usulan 2.908 Ruang Kelas Darurat (RKD) oleh 785 sekolah, puluhan tenda telah terpasang dan sisanya tengah didistribusikan dari Pos Logistik Manggarai Timur serta Labuan Bajo.

Saat ini, dari 1.221 sekolah yang sempat meliburkan kegiatan belajar, 37 sekolah mulai menerapkan pembelajaran darurat dan 295 sekolah menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Memasuki masa transisi (2 minggu hingga 3 bulan ke depan), fokus penanganan bergeser ke perbaikan sanitasi, asesmen teknis bangunan oleh tim ahli, serta pemulihan psikososial. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search