Ketika Dua Bersaudara Menguasai Podium, Kisah Manis dari MIM 16 Jumput Bojonegoro

Ketika Dua Bersaudara Menguasai Podium, Kisah Manis dari MIM 16 Jumput Bojonegoro
www.majelistabligh.id -

Suasana aula tempat berlangsungnya Kompetisi Pidato Bahasa Indonesia tingkat SD/MI se-Karesidenan Bojonegoro, Kamis (25/6/2026), dipenuhi tepuk tangan meriah saat nama para pemenang diumumkan. Namun, ada satu momen yang membuat perhatian hadirin tertuju pada podium juara. Dua nama yang dipanggil berturut-turut ternyata berasal dari keluarga yang sama.

Muhammad Syafiq Al Azmi Jalaly berdiri di podium tertinggi sebagai peraih Juara 1. Tak lama berselang, sang kakak kandung, Muhammad Sabiq El Fatin Jalaly, melangkah ke podium Juara 2. Keberhasilan dua bersaudara ini menjadi kisah istimewa dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh HMP PAI STIT Muhammadiyah Bojonegoro tersebut.

Keduanya merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 16 Jumput yang selama ini dikenal aktif mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik. Prestasi mereka bukan sekadar menunjukkan kecakapan berpidato, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat belajar dan saling mendukung dalam keluarga mampu melahirkan pencapaian yang membanggakan.

Ajang yang digelar bertepatan dengan Milad ke-40 STIT Muhammadiyah Bojonegoro itu berlangsung semarak. Selain diikuti para peserta terbaik dari berbagai SD dan MI se-Karesidenan Bojonegoro, kegiatan juga mendapat perhatian dari berbagai tokoh.

Di antara tamu yang hadir tampak Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M.Si. Ia menyaksikan secara langsung prosesi penyerahan piagam penghargaan, piala tetap, dan uang pembinaan kepada para pemenang, termasuk dua bersaudara dari MIM 16 Jumput. Meski berada di lokasi hingga prosesi penghargaan berlangsung, mantan anggota DPR RI tersebut tidak turut menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara.

Bagi keluarga besar MIM 16 Jumput, keberhasilan Syafiq dan Sabiq menghadirkan kebanggaan tersendiri. Bukan semata-mata karena keduanya berhasil menguasai posisi teratas, tetapi juga karena mereka mampu menunjukkan kekompakan, rasa percaya diri, dan mental juara sepanjang kompetisi hingga berdiri berdampingan di podium kehormatan.

Momen itu menjadi penutup yang berkesan dalam perlombaan. Di tengah banyaknya peserta yang tampil dengan kemampuan terbaiknya, dua saudara kandung berhasil mencatatkan cerita yang akan lama dikenang: sebuah kisah tentang kerja keras, kebersamaan, dan prestasi yang lahir dari keluarga yang sama. (jalal)

 

Tinggalkan Balasan

Search