Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Siti Aisyah, menghadiri prosesi Khotmul Qur’an dan Uji Publik Tingkat Tartil, Tahfidz, dan Turjuman Angkatan ke-2 MI Tahfidzul Qur’an (MIT) Muhammadiyah Sumberejo. Acara tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Kurban Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026).
Dalam sambutannya, Siti Aisyah menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an merupakan fondasi krusial dalam membentuk karakter Islam Berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah.
“Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah hal yang mendasar. Karena itulah di sekolah Muhammadiyah, pendidikan Qur’an selalu menjadi program keunggulan,” ujarnya.
Secara khusus, ia juga mengapresiasi capaian para siswa penghafal Al-Qur’an di MIT Muhammadiyah Sumberejo. Dari total 56 siswa yang mengikuti khotmul Qur’an, sebanyak 32 di antaranya adalah perempuan. “Ini adalah calon-calon ulama ‘Aisyiyah masa depan,” tambah Siti Aisyah optimistis.
Ia kemudian mengingatkan kembali pesan mendalam dari pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yaitu “Dadio Kyai Sing Kemajuan” (Jadilah Kiai yang Berkemajuan). Sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah menggariskan bahwa sekolah dan pendidikan hadir untuk membawa kemajuan.
“Dengan metode pengajaran yang menggembirakan, insya Allah melalui pendidikan Al-Qur’an ini akan tumbuh para penjaga Al-Qur’an yang kelak hidupnya juga akan dijaga oleh Al-Qur’an,” tuturnya.
Kontribusi Besar Muhammadiyah
Apresiasi senada juga datang dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Subhan. Ia menilai MIT Muhammadiyah Sumberejo sebagai salah satu madrasah unggulan di Banjarnegara.
Subhan memaparkan bahwa Muhammadiyah memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap lanskap pendidikan di Banjarnegara. Dari total 209 Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tersebar di wilayah tersebut, sekitar 40 persen di antaranya berada di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara, Shobri, turut memuji tata kelola MIT Muhammadiyah Sumberejo. Sekolah ini dinilai sukses bertransformasi menjadi salah satu amal usaha unggulan Muhammadiyah di tingkat pendidikan dasar.
Secara khusus, Shobri menyoroti keberhasilan penerapan metode UMMI dalam pembelajaran Al-Qur’an di madrasah tersebut.
“Metode UMMI yang dikembangkan untuk mendidik para murid MIT ini telah terbukti berhasil. Semoga keberhasilan ini bisa diadaptasi dan diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya,” harap Shobri.
Acara yang berlangsung meriah ini juga turut dihadiri oleh Ketua Lembaga Seni Budaya (LSB) PP Muhammadiyah, Gunawan Budiyanto beserta jajaran, serta perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (*/tim)
