Gerak Cepat Jaringan Muhammadiyah Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT

Posko Darurat di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, untuk koordinasi lintas instansi. (ist)
www.majelistabligh.id -

Tak perlu menunggu lama bagi Muhammadiyah untuk mengambil langkah nyata di lapangan. Menanggapi gempa bermagnitudo 7,7 yang menguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), jaringan persyarikatan ini langsung bergerak masif melalui integrasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Respon Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) lewat program Indonesia Siaga.

Koordinasi aktif terus digalang bersama Pimpinan Muhammadiyah setempat, BPBD, BNPB, hingga jejaring kebencanaan nasional untuk memastikan kebutuhan mendesak para penyintas cepat teridentifikasi. Di saat yang sama, tim di lapangan terus memantau perkembangan situasi terkini melalui informasi BMKG.

Langkah taktis pertama diwujudkan dengan pengiriman dua personel tim asistensi dari MDMC Pusat langsung menuju lokasi terdampak di NTT. Tak berhenti di situ, MDMC Pusat dan Wilayah bergerak cepat mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) sementara yang berpusat di Klinik PKU Muhammadiyah Ende. Pos ini memegang peranan vital untuk menjangkau enam wilayah kerja terdampak, meliputi Kabupaten Manggarai Timur, Ende, Manggarai Barat, Sikka, Manggarai, hingga Nagekeo.

“Muhammadiyah bergerak dalam satu komando sistem yang terintegrasi. Prioritas utama kami adalah memastikan penanganan darurat dan pelayanan kesehatan sampai ke tangan warga terdampak secepat mungkin,” tegas perwakilan tim MDMC di lapangan.

Di level tapak, persyarikatan tengah menyiapkan Pos Pelayanan pertama di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Tim Medis dari Klinik PKU Muhammadiyah Ende pun sudah mulai menerjunkan personel untuk memberikan pelayanan kesehatan terbatas kepada para korban.

Untuk menyokong kekuatan medis yang ada, persiapan pengiriman bantuan armada medis tambahan tengah dilakukan dari PKU Muhammadiyah Bima dan Jawa Timur.

Sektor logistik darurat juga tak luput dari gerak cepat ini. Tim MDMC-Lazismu Jawa Timur bergerak sigap memobilisasi bantuan logistik yang siap didistribusikan ke titik-titik krisis. Rangkaian respons darurat ini mencakup pendirian Posko Daerah (Poskorda) di tiap kabupaten terdampak hingga penguatan pendirian pos-pos pelayanan warga.

“Lazismu memastikan dukungan penuh terhadap seluruh skenario respons darurat ini. Melalui program Indonesia Siaga, kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling bahu-membahu melalui penggalangan dana kemanusiaan agar beban saudara-saudara kita di NTT bisa segera terangkat,” ungkapnya.

Kehadiran relawan dari MDMC Ende dan tenaga medis Klinik Muhammadiyah Ende di garda terdepan menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan dan soliditas jaringan Muhammadiyah selalu hadir menautkan harapan di tengah bencana. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search