Keutamaan tobat dalam Islam adalah mendatangkan cinta Allah Swt, menghapuskan dosa-dosa, serta melapangkan jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang rajin bertobat dan menyucikan diri. Seluruh dosa akan diampuni oleh Allah Swt karena rahmat dan ampunan-Nya sangat luas. Disamakan seperti tidak berdosa: Orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh (tobat nasuha) dosanya dibersihkan bagaikan orang yang tidak pernah berbuat dosa.
- Mendapat Doa dari Malaikat: Para malaikat pemikul ‘Arsy memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang beriman dan bertobat.
- Membawa Keberuntungan: Tobat menjadi sebab seorang hamba meraih keberkahan hidup, ketenangan hati, dan keselamatan dari azab.
عَنْ أبى هريرة رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: ((وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا، لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ، وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ تَعَالَى، فَيَغْفِرُ لَهُمْ))
“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian dan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah Ta’ala, kemudian Allah mengampuni mereka.” (HR. Muslim)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadis:
- Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Berbuat dosa adalah bagian dari kelemahan manusia. Tidak ada manusia yang terbebas dari kesalahan selain para nabi yang dijaga oleh Allah.
- Allah sangat mencintai hamba yang bertobat. Hadis ini menunjukkan luasnya rahmat Allah. Yang Allah kehendaki bukanlah manusia yang tidak pernah salah, tetapi manusia yang ketika bersalah segera kembali kepada-Nya dengan istighfar dan tobat.
- Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Sebesar apa pun dosa seseorang, pintu tobat tetap terbuka selama ia masih hidup dan belum datang ajal.
- Dosa bukan untuk diremehkan. Hadis ini bukan berarti seseorang dianjurkan berbuat dosa. Maksudnya adalah menjelaskan bahwa apabila dosa terjadi, hendaknya segera disusul dengan istighfar dan tobat, bukan terus-menerus dalam kemaksiatan.
- Istighfar adalah amalan yang sangat mulia. Orang yang mengakui kesalahannya, menyesal, memohon ampun, dan bertekad meninggalkan dosa akan memperoleh ampunan Allah.
- Hadis ini menunjukkan sifat Allah Yang Maha Pengampun. Di antara nama dan sifat Allah adalah Maha Pengampun (Al-Ghafūr) dan Maha Penerima Tobat (At-Tawwāb). Allah senang menerima tobat hamba-hamba-Nya yang kembali dengan tulus.
- Seorang muslim tidak boleh merasa aman dari dosa, tetapi juga tidak boleh putus asa karena dosa. Sikap yang benar adalah selalu bermuhasabah, memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, dan berharap kepada rahmat Allah sambil terus berusaha meninggalkan maksiat. Inilah keseimbangan antara rasa takut kepada azab Allah (khauf) dan harapan terhadap rahmat-Nya (roja’). (*)
