Menggapai Berkah Hakiki: Pentingnya Sedekah dan Tauhid

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Edi Sukoco.
www.majelistabligh.id -

Keberkahan merupakan salah satu cita-cita tertinggi dalam hidup seorang muslim. Namun, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan fenomena sebaliknya, di mana masih banyak orang yang keliru mencari keberkahan kepada sesama manusia hingga benda keramat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Edi Sukoco, dalam acara Pengajian, Tasyaruf Sedekah Sayur, dan Program Lingkungan yang digelar Lazismu bersama PCM Danurejan di Masjid Sholihin, Ledok Tukangan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (18/9).

“Yang memberikan berkah itu hanya Allah, tidak ada yang lain. Maka, tidak dibenarkan meminta berkah kepada sesama manusia, apalagi kepada benda-benda yang dikeramatkan,” tegas Edi.

Ia menjelaskan bahwa keberkahan dari Allah memiliki makna yang sangat tinggi, serta menjadi kunci utama agar hidup terasa nyaman dan tenang. Untuk menggapainya, segala bentuk doa dan permohonan harus diiringi dengan spirit nilai-nilai kebaikan.

Menurut Edi, salah satu jalan utama untuk meraih keberkahan hidup adalah melalui infak dan sedekah. Namun, ia menekankan dua syarat utama yang harus dipenuhi:

  • Keikhlasan hati: Beramal semata-mata karena Allah, bukan karena mengharapkan pujian atau niat lainnya.
  • Kebersihan harta: Harta yang disedekahkan harus bersumber dari jalan yang halal dan jelas asal-usulnya.

Lebih lanjut, Edi mengingatkan bahwa berinfak dan bersedekah bukan hanya milik orang-orang yang berlimpah harta. Setiap individu pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat dibagikan kepada sesama.

“Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Ketika harta yang kita miliki disalurkan dengan ikhlas dan melalui jalan yang benar, di situlah ikhtiar meraih keberkahan menemukan jalannya,” tutupnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search