الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
الله أكبر كبيرًا، والحمد لله كثيرًا، وسبحان الله بكرةً وأصيلاً
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه الطيبين الطاهرين.
Amma ba’du,
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena tiada bekal yang paling berharga dalam kehidupan akhirat kelak selain takwa dan amal shalih. Oleh karena itu, pada kesempatan khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُواۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Artinya: “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
Hadirin jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,
Selama satu bulan penuh, kita telah menjalani pendidikan di Madrasah Ramadan.
Dalam madrasah ini, kita tidak hanya dilatih memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Hari ini adalah hari kemenangan. Kita merayakan keberhasilan dalam menundukkan hawa nafsu, mengalahkan godaan setan, dan mengisi Ramadan dengan berbagai amal ibadah.
Namun, pertanyaannya: apakah kita benar-benar telah lulus dari Madrasah Ramadhan?
Jika setelah Ramadan kita belum menjadi pribadi yang lebih bertakwa, belum mampu mengendalikan hawa nafsu, dan masih mudah tergoda oleh kemaksiatan, maka pantaskah kita merayakan kemenangan?
Oleh karena itu, marilah kita bermuhasabah—melakukan introspeksi diri—apakah kita layak menyandang predikat sebagai orang-orang yang bertakwa.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu pribadi yang menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia.
Ada tiga refleksi utama yang dapat kita ambil dari Madrasah Ramadan:
1. Takwa
Tujuan utama puasa adalah la’allakum tattaqun—agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Puasa melatih kita untuk meninggalkan hal-hal yang dicintai demi Allah. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa.
Mata berpuasa dari yang haram, lisan berpuasa dari perkataan buruk, dan hati berpuasa dari segala selain Allah.
Alloh Berfirman dalam Q. S Al Baqarah :183
Artinya : Wahai Orang-orang ubah berikan diwajibkan atas kamu berpuasa…. Agar kami menjadi Orang yang bertakwa.
2. Ikhlas
Puasa adalah ibadah yang sangat rahasia. Tidak ada yang mengetahui keikhlasan seseorang selain dirinya dan Allah.
Seseorang bisa saja berpura-pura berpuasa, namun ia memilih jujur karena niatnya hanya untuk Allah. Inilah pendidikan keikhlasan yang luar biasa dari Ramadhan.
3. Sabar
Ramadan melatih kita dalam tiga bentuk kesabaran:
Sabar dalam ketaatan
Sabar dalam menjauhi maksiat
Sabar dalam menghadapi ujian
Kita bersabar dalam shalat, membaca Al-Qur’an, menahan lapar dan haus, serta merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang kurang beruntung.
Muhammad Rasyid Ridha menguraikan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai bukan pengendalian diri atau bulan kesabaran.
Dalam Tafsir Al-Manar, Ia menegaskan Ramadan dipandang sebagai Madrasah Tarbiyatul Iradah (sekolah pendidikan kehendak/kemauan). Bulan untuk Mengendalikan senmua kemauan dengan sabar.
Hadirin yang berbahagia,
Jika nilai-nilai ini telah kita tanamkan selama Ramadan, maka tugas kita adalah mempertahankannya setelah Ramadan berlalu.
Betapa bahagianya jika kita termasuk orang-orang yang bertakwa, ikhlas, dan sabar dalam kehidupan sehari-hari.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Demikian khutbah pertama ini. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk mengamalkan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan kita.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah ke 2
الحمد لله رب العالمين، أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du, Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bersyukurlah atas nikmat dipertemukan dengan Ramadhan dan diberi kesempatan merayakan Idul Fitri.
Mari kita lanjutkan amal ibadah dengan puasa enam hari di bulan Syawal, agar mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.
Agar semua amal kebaikan ini mendatangkan keberkahan dan Ridlo Alloh yakni melanjutkan amal kebaikan yang telah kita lakukan selamat Ramadhan agar tidak ada penyesalan dikemudian hari.
Karena kelak akan ada Penyesalan Ahli Kubur (Baik dan Buruk)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ مَيِّتٍ يَمُوتُ إِلَّا نَدِمَ
“Tidaklah seorang yang telah mati kecuali ia akan menyesal.”
قَالُوا: وَمَا نَدَامَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
Para sahabat bertanya, “Apa penyesalannya wahai Rasulullah?”
قَالَ: إِنْ كَانَ مُحْسِنًا نَدِمَ أَنْ لَا يَكُونَ ازْدَادَ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا نَدِمَ أَنْ لَا يَكُونَ اسْتَعْتَبَ
Beliau menjawab: “Jika ia orang baik, ia menyesal kenapa tidak menambah kebaikannya (perbanyak amal).
Jika ia orang buruk, ia menyesal kenapa tidak berhenti dari keburukannya (berhenti maksiat/bertaubat).”
(HR. Tirmidzi, No. 2403. Hadis ini dinilai sahih oleh sebagian ulama atau hasan).
Semoga…
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ…
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Ya Allah, jadikan hari ini sebagai hari kebahagiaan, hari kemenangan, dan hari penuh keberkahan bagi kami.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عباد الله،
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
