Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, menegaskan bahwa pertolongan dan rida Allah Swt. sangat erat kaitannya dengan sejauh mana seorang muslim berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup adalah kunci utama dalam merengkuh keberkahan tersebut.
Pesan ini disampaikan Kiai Saad dalam tausiah yang ditayangkan di kanal tvMu, Rabu (29/7/2026). Mengutip sabda Nabi Muhammad saw. tentang kemuliaan orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, ia mengingatkan bahwa keimanan menuntut umat Islam untuk terus mendekatkan diri pada firman-Nya.
“Prosesnya dimulai dari upaya membunyikan atau membaca, memahami makna, hingga mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Saad.
Ia menjelaskan, umat Islam saat ini sangat dimudahkan dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah berkat khazanah keilmuan warisan para ulama. Pemahaman yang utuh tidak hanya ditopang oleh ilmu tafsir dan hadis, tetapi juga ilmu fikih, ushul fikih, hingga kaidah-kaidah fikih sebagai landasan hukum.
Bahkan, lanjutnya, kemajuan sains dalam sejarah Islam tak lepas dari al-Qur’an. Tokoh ternama seperti Ibnu Sina pun tetap menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai rujukan utama dalam mengembangkan ilmu kedokteran.
Pahala Bagi yang Terbata
Di sisi lain, Kiai Saad berpesan agar umat Islam tidak berkecil hati jika masih mengalami kesulitan atau terbata-bata saat membaca Al-Qur’an. Menurutnya, setiap ikhtiar dan perjuangan belajar tersebut bernilai mulia di hadapan Allah.
“Ketika seseorang masih terbata-bata membacanya, proses dan perjuangan itulah yang menjadi bagian penting untuk meraih keridaan Allah,” tuturnya.
Ia melengkapi, membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan pengaturan napas (tanaffus) yang benar tak sekadar menyempurnakan ibadah. Aktivitas ini secara medis dan fisik turut melatih kekuatan lisan serta memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan lisan yang terlatih tersebut demi menebar kebaikan, optimisme, dan harapan, sekaligus menjauhi ucapan negatif maupun pesimis.
Menutup tausiahnya, Kiai Saad mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk yang penuh keterbatasan, sementara Allah adalah Zat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Pertolongan Allah kerap datang melalui cara-cara yang tidak disangka-sangka, dan salah satu pintu utamanya adalah dengan melazimkan interaksi bersama Al-Qur’an.
“Salah satu cara terbaik untuk mendapat pertolongan Allah adalah dengan senantiasa membaca dan mendekati firman-Nya,” pungkas Saad. (*/tim)
