Kegiatan bakti sosial dan kurban yang digelar Pimpinan Komisariat (PK) IMM Ayurveda bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surabaya (FKG UMSURA) di Dusun Glagah, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dawarblandong, Gumrek Sulistya.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi warga melalui program kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Berbagai program dilaksanakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pembagian sembako untuk lansia, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pendampingan belajar anak-anak TPQ, hingga penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa sekaligus bentuk kolaborasi antara kampus, organisasi mahasiswa, dan warga setempat.
“Kegiatan ini memberikan manfaat yang cukup banyak bagi warga. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, bantuan sembako, sampai motivasi pendidikan bagi anak-anak dan generasi muda,” ujar Sulis, panggilan akrab Gumrek Sulistya.
Menurutnya, program pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu kegiatan yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain mendapatkan layanan kesehatan, warga juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sejak dini.
Ia menilai edukasi kesehatan seperti ini masih sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima pelayanan kesehatan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan adanya bantuan sembako ini, setidaknya dapat membantu kebutuhan warga selama beberapa hari dan mengurangi beban pengeluaran mereka,” katanya.
Selain bidang kesehatan, Sulis menilai bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat juga memberikan dampak positif. Pembagian sembako kepada lansia menjadi bentuk kepedulian yang dirasakan secara langsung oleh warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan ialah pembagian 20 paket sembako kepada para lansia di Desa Glagah. Bantuan tersebut disalurkan secara langsung sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mempererat hubungan antara kader IMM dengan masyarakat.
“Semua masyarakat merasakan manfaatnya. Warga senang dengan kehadiran teman-teman IMM dan merasa terbantu dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan,” ungkap Sulis.
Di bidang kesehatan, IMM Ayurveda berkolaborasi dengan tim Pengmas FKG UMSURA menggelar pemeriksaan gigi dan mulut bagi 60 peserta yang terdiri atas anak-anak TK dan lansia. Kegiatan tersebut didampingi oleh drg. Aryo Sutowijoyo, Sp.KG, drg. Prima Nerito, Sp.KGA, MKes, MH, FISQua, drg. Bingah Fitri Melati, Sp.KGA, serta drg. Rangga Surya Fathrianto, Sp.Pros.
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Kegiatan ini diikuti oleh warga dari beberapa dusun sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Bahkan kegiatan pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya dirasakan oleh satu dusun saja, tetapi sudah menjangkau masyarakat dari beberapa dusun di Desa Glagah,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada kesehatan, kader IMM Ayurveda juga melaksanakan pendampingan belajar bagi anak-anak TPQ di TPQ Masjid Al Islam dan TPQ Masjid Al Amiin. Kegiatan tersebut meliputi mengajar mengaji, mendampingi membaca Al-Qur’an, bermain melalui permainan edukatif, serta membangun kedekatan dengan anak-anak.
Sebagai bentuk edukasi kesehatan, setiap anak juga mendapatkan sikat gigi untuk mendorong kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak usia dini. Anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.
Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) IMM Ayurveda, Chika Auliya, menjelaskan bahwa bakti sosial ini merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang Iduladha. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi kader untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung kepada masyarakat.
“Baksos ini selalu kami laksanakan setiap tahun menjelang Iduladha. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran gigi tidak hanya belajar di ruang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Chika menuturkan, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi kader untuk membangun komunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal sebelum nantinya terjun sebagai dokter gigi yang akan berhadapan langsung dengan berbagai latar belakang pasien.
Selain mengimplementasikan ilmu kesehatan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya merealisasikan nilai humanitas yang diajarkan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, kader diajak untuk lebih peka terhadap persoalan sosial sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Kami juga berusaha merealisasikan nilai humanitas yang diajarkan di IMM. Karena itu, kami tidak hanya datang untuk melaksanakan program, tetapi juga belajar dan tumbuh bersama masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan tim Pengmas FKG UMSURA menjadi salah satu bentuk sinergi yang memperkuat pelaksanaan kegiatan. Kehadiran para dosen dan tenaga kesehatan membantu menyukseskan program pemeriksaan gigi sekaligus memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat. Tercatat sebanyak dua ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih, yang terdiri atas satu ekor sapi dan tiga ekor kambing dari IMM Ayurveda serta satu ekor sapi dan satu ekor kambing dari warga Desa Glagah.
Dari proses tersebut, panitia berhasil mendistribusikan sebanyak 280 kantong daging kurban kepada masyarakat. Kolaborasi antara IMM Ayurveda, Pengmas FKG UMSURA, dan warga Desa Glagah menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat tumbuh melalui kebersamaan.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berkembang dan berjalan lebih baik pada tahun-tahun berikutnya. Semoga masyarakat Desa Glagah dapat terus merasakan manfaat dari program yang kami laksanakan dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga,” pungkas Chika.
Meski mengapresiasi pelaksanaan kegiatan, Sulis menilai waktu pengabdian yang dimiliki masih relatif singkat. Menurutnya, masih banyak program yang berpotensi dikembangkan apabila kegiatan serupa dapat berlangsung lebih lama.
“Kalau menurut saya, waktunya justru masih kurang. Program yang dirancang sudah baik, tetapi karena keterbatasan waktu belum semuanya bisa dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya.
Ia berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan kader IMM Ayurveda dapat terus dipertahankan.
Menurutnya, kemampuan mahasiswa untuk berbaur dengan masyarakat menjadi nilai penting yang perlu dijaga dalam setiap kegiatan pengabdian.
“Dalam waktu yang singkat, teman-teman IMM sudah mampu menjalin hubungan yang baik dengan warga. Semoga semangat seperti ini terus dilanjutkan dan dapat menginspirasi kader-kader yang lain,” pungkasnya. (muhammad rizam arzaqi robby)
