Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara resmi meluncurkan produk bahan medis habis pakai bertajuk “Suryavena” di SM Tower, Yogyakarta, Kamis (23/7/2027). Momen ini dimanfaatkan Haedar untuk mempertegas pentingnya penguatan konsolidasi internal di seluruh jaringan pelayanan kesehatan milik Persyarikatan.
Dalam amanatnya, Haedar mengingatkan agar seluruh institusi Muhammadiyah tidak hanya mahir membangun kerja sama eksternal, tetapi juga harus solid di dalam. Ia mendorong sebanyak 130 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) beserta jaringan kliniknya untuk memprioritaskan pemanfaatan produk Suryavena.
“Kerja sama ini harus semakin mengokohkan konsolidasi internal agar kita makin kuat. Kita disatukan oleh nilai perjuangan, pergerakan, dan sistem yang sama di bawah satu kepemilikan Persyarikatan,” tegas Haedar.
Haedar menekankan bahwa struktur Muhammadiyah menganut prinsip kesatuan tunggal dan bukan federasi, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Karena itu, perbedaan pembagian tugas antarelemen atau Organisasi Otonom (Ortom) tidak boleh memicu sekat-sekat pemisah.
Ekosistem Kesehatan Mandiri
Senada dengan hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah bidang Kesehatan, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana, dr. Agus Taufiqurrahman, menyebut peluncuran Suryavena sebagai momentum strategis untuk menyinergikan layanan kesehatan Persyarikatan.
- Agus mengimbau seluruh pimpinan rumah sakit untuk memegang teguh komitmen bersama dalam membesarkan produk medis internal ini.
“Kesepakatan ini harus dikawal betul dengan kesungguhan. Istilahnya, tidak boleh ada dusta di antara kita dalam menjalankan komitmen ini,” tutur dr. Agus.
Ia menambahkan, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Majelis Ekonomi kini mulai beranjak ke tahap penguatan sirkulasi ekonomi melalui pembangunan industri kesehatan berkelanjutan. Jika sebelumnya fokus utama terletak pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), kini Muhammadiyah bergerak maju menuju kemandirian industri.
Guna mewujudkan hal tersebut, Muhammadiyah terus memperkuat empat pilar ekosistem kesehatan:
- Penyediaan SDM melalui institusi pendidikan.
- Pelayanan medis melalui jaringan rumah sakit dan klinik.
- Pemberdayaan kesehatan masyarakat.
- Pembangunan industri kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan. (*/tim)
