Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A., melakukan kunjungan ke SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prof Din, sapaan akrabnya, menyampaikan tiga pesan penting kepada para orang tua murid SD Muhammadiyah 29 atau yang dikenal dengan SD Mudalan.
Pesan pertama, para orang tua hendaknya merasa khawatir apabila kelak meninggalkan generasi yang lemah. Kelemahan yang dimaksud bukan hanya dalam aspek fisik, tetapi juga akidah, ekonomi, dan keilmuan.
“Hendaklah kita sebagai orang tua harus takut jikalau meninggalkan generasi atau anak-anak kita di masa mendatang adalah generasi atau anak-anak yang lemah. Lemah secara akidah, lemah secara ekonomi, lemah secara fisik, lemah secara keilmuan,” ujarnya.

Menurut Prof Din, rasa takut tersebut bukan sekadar perasaan biasa, melainkan bentuk kesadaran atas amanah besar yang dititipkan Allah kepada setiap orang tua.
“Takut bukan sekedar takut, akan tetapi benar-benar takut akan azab Allah, takut dengan amanah yang Allah titipkan kepada kita,” ujarnya sambil membacakan Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 9.
Pesan kedua, Prof Din menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak sangat bergantung pada peran orang tua. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, sedangkan lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan keyakinannya.
Mengutip hadis Nabi yang artinya, “Anak dilahirkan dalam keadaan suci atau fitrah, namun yang membuat anak menjadi majusi, yahudi dan nasrani adalah kedua orang tuanya.”
Karena itu, lanjutnya, seorang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah apabila mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang baik dari orang tuanya.
Pesan ketiga yang disampaikan adalah pentingnya memiliki semangat untuk menjadi yang terbaik.
“To be good is not good enough, why do the best, to be the best (menjadi baik saja tidak cukup, mengapa melakukan yang terbaik, untuk menjadi yang terbaik),” tegasnya.
Kunjungan Prof Din ke SD Muhammadiyah 29 Surabaya terasa istimewa bagi keluarga besar sekolah dan jamaah Masjid Al Fattah Simo Kalangan. Dalam pertemuan tersebut, Prof Din mengawali sambutannya dengan cerita ringan yang mengundang tawa para hadirin. Ia bercerita bahwa dirinya baru tiba di Surabaya pada sore hari sebelumnya setelah melakukan kunjungan ke Kalimantan.
Kehadiran tokoh nasional Muhammadiyah tersebut menjadi momen yang telah lama dinantikan oleh warga sekolah dan jamaah masjid.
“Sudah sejak lama bermimpi atau berangan-angan bahwa suatu saat sekolahnya sekaligus masjidnya (Masjid Al Fattah Simo Kalangan) bisa dihadiri oleh tokoh nasional atau Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nah, mimpi itu terwujud hari ini,” ungkap salah seorang jamaah masjid.
Kunjungan ini turut dihadiri Wakil Ketua PDM Surabaya Drs. Lutfi, Ketua PCM Sukomanunggal Mustafa Hamal, S.T., beserta jajaran, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sukomanunggal Drs. Arfa’i beserta jajaran, serta keluarga besar SD Muhammadiyah 29 Surabaya. (irwan hasan)
