Memasuki hari ketiga agenda Training on Management and Educational Leadership di Tiongkok, Rabu (16/9/2026), rombongan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah melanjutkan kunjungan studinya ke Kota Foshan. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam dari Guangzhou, rombongan tiba di Shunde Liang Qiuju Vocational Technical School.
Kedatangan delegasi Muhammadiyah disambut hangat oleh jajaran pimpinan sekolah, guru, perwakilan Dinas Pendidikan lokal, hingga Atase Pendidikan kedua negara yang sudah berbaris rapi. Setelah sesi foto bersama, peserta langsung diajak berkeliling meninjau fasilitas sekolah, ruang kelas, dan laboratorium modern.
Suasana futuristik langsung terasa saat robot pemandu menyapa dan mengarahkan rombongan mengelilingi area sekolah. Dalam peninjauan tersebut, para peserta menyaksikan langsung proses pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) serta praktik di jurusan kuliner.

Sekolah Percontohan Berprestasi Dunia
Shunde Liang Qiuju Vocational Technical School merupakan SMK negeri percontohan nomor satu di Tiongkok. Berdiri sejak 1988 atas donasi filantropis asal Hong Kong, Leung Kau-kui, sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 4 hektare dan menampung sekitar 3.400 siswa.
Sekolah ini memiliki tiga jurusan unggulan:
- Manufaktur Modern: Fokus pada pengoperasian mesin CNC canggih.
- Kecerdasan Buatan (AI): Integrasi teknologi masa kini dalam kurikulum dan pengajaran.
- Kuliner Khas Shunde: Pelatihan keahlian memasak profesional.
Kualitas pendidikannya terbukti lewat capaian internasional. Salah satu alumninya pernah menyabet medali emas tingkat dunia untuk kategori pengoperasian mesin CNC dalam ajang bergengsi WorldSkills Competition.
Pendidikan Karakter dan Layanan Psikologi
Usai meninjau fasilitas, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan resmi di aula sekolah untuk mendengarkan paparan program dan budaya kampus. Selain unggul di bidang teknologi, sekolah ini menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter, jiwa nasionalisme, serta keterbukaan mental para siswanya.
Nilai-nilai tersebut dirangkum dalam 10 Budaya Sekolah:
- Mimpi
- Sosial
- Karakter
- Pengetahuan
- AI (Artificial Intelligence)
- Olahraga
- Masak
- Kesenian
- Relawan
- Menghargai Tradisi Tiongkok
Tak hanya itu, kesehatan mental peserta didik menjadi prioritas utama. Sekolah menyediakan fasilitas layanan konsultasi psikologi yang lengkap, mencakup bimbingan pribadi, keluarga, hingga kelompok.
Rangkaian kunjungan studi banding ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata antar-kedua belah pihak sebelum rombongan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah kembali ke bus untuk melanjutkan agenda berikutnya. || sholihin fanani
