Ketua LAZISMU Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Budianor, mengapresiasi kegiatan forum kemitraan pencegahan dan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (PT ATM) yang digelar di Aula Ruang Rapat Pumpung Kapakat, Kantor Bapperida Kota Palangka Raya, pada Rabu (17/6/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai momentum penting dalam mendorong inovasi gerakan sosial di daerah.
Kegiatan tersebut memberikan semangat baru bagi LAZISMU untuk terus mengembangkan peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai lokomotif sosial yang mampu menggerakkan perubahan serta membangun peradaban, khususnya dalam bidang kesehatan di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Ia menjelaskan, saat ini LAZISMU tidak lagi hanya berfokus pada pemberian bantuan sesaat, tetapi telah berkembang menjadi lembaga yang berperan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, berupaya menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria di Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Kehadiran LAZISMU Kota Palangka Raya merupakan bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya. Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan sehingga program pencegahan dan penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria dapat berjalan secara konsisten, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Semangat kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat demi terwujudnya Kota Palangka Raya yang lebih sehat dan sejahtera.
“Seluruh upaya guna terwujudnya Indonesia Emas 2045, sehingga individu yang kita memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan dalam berbagai sektor, seperti kesehatan, lingkungan, ekonomi, budaya, pendidikan, dan bidang lainnya yang berkontribusi terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. (mf)
