Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Selasa (14/7/2026), diisi dengan edukasi kebencanaan melalui kolaborasi bersama Lembaga Resiliensi Bencana dan Lingkungan Hidup (LRB-LH)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya siaga bencana sejak usia dini kepada para siswa baru.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua LRB-LH/MDMC PDM Kota Surakarta Teguh Wahyudi, anggota Divisi Pengurangan Risiko Bencana (PRBK) Mugiyanto, serta Deden sebagai pemateri. Para siswa mendapatkan materi mengenai pengenalan berbagai jenis bencana, langkah penyelamatan diri, hingga simulasi sederhana menghadapi kondisi darurat.
Mugiyanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama berkelanjutan antara MDMC dengan SD Muhammadiyah 24 Gajahan yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.
“Program ini bertujuan memperkenalkan kebencanaan kepada siswa sejak dini agar mereka memahami pentingnya kesiapsiagaan. Dengan mengenal risiko bencana lebih awal, anak-anak diharapkan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi,” ujarnya usai kegiatan.
Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana, baik korban jiwa maupun kerugian materiil. Karena itu, pendidikan kebencanaan perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.
Ia berharap SD Muhammadiyah 24 Gajahan dapat terus mengembangkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang menjadi salah satu program prioritas MDMC tingkat pusat.
“Semoga SD Muhammadiyah 24 Gajahan menjadi sekolah yang benar-benar menerapkan Satuan Pendidikan Aman Bencana sehingga seluruh warga sekolah memiliki budaya siaga dan tangguh menghadapi bencana,” tambahnya.
Dalam sesi materi, tim MDMC mengenalkan berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah, seperti gempa bumi, kebakaran, dan angin puting beliung. Selain teori, siswa juga diajak memahami langkah-langkah penanganan awal ketika terjadi kebakaran melalui simulasi sederhana.
Fokus praktik diberikan pada penanganan kebakaran agar siswa mengenali prosedur penyelamatan diri secara benar dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
Ketua Panitia MPLS SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Syamsudin, menyampaikan apresiasi kepada tim MDMC yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para peserta didik baru.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh petugas MDMC yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan sosialisasi serta simulasi tanggap bencana. Semoga menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat besar bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah 24 Gajahan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi bencana. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan berbudaya siaga bencana sejak dini. (sugiharko)
