Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
*) Oleh : M. Mahmud, M.Pd.I
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jatim.
www.majelistabligh.id -

Judul tersebut adalah tema Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 yang berfokus pada kolaborasi, transformasi pendidikan, dan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

Makna Tema

1. Menguatkan Partisipasi Semesta
o Menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat: keluarga, komunitas, dunia usaha, organisasi sosial, hingga media.

o “Semesta” di sini bermakna keterlibatan menyeluruh, lintas sektor, lintas generasi, dan lintas wilayah.

2. Mewujudkan Pendidikan Bermutu
o Pendidikan yang tidak sekadar menghasilkan lulusan, tetapi membentuk manusia berkarakter, berpengetahuan, berkompetensi, dan berdaya saing.

o Mutu pendidikan mencakup aspek akademik, keterampilan hidup, nilai moral, spiritual, serta relevansi dengan kebutuhan zaman

3. Untuk Semua
• Menegaskan prinsip inklusivitas: pendidikan harus dapat diakses oleh setiap anak bangsa tanpa diskriminasi, baik dari segi ekonomi, gender, lokasi geografis, maupun kondisi fisik dan sosial.

• Pendidikan berkualitas tidak boleh eksklusif, melainkan menjadi hak universal

Implikasi Tema

• Kebijakan: Pemerintah perlu memperkuat kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan mitra pembangunan.

• Sekolah & Guru: Menjadi pusat inovasi pembelajaran yang terbuka terhadap partisipasi orang tua dan masyarakat.

• Orang Tua & Keluarga: Berperan aktif sebagai pendidik pertama dan utama, mendukung pembelajaran anak di rumah.

• Masyarakat & Dunia Usaha: Memberikan dukungan berupa program magang, beasiswa, CSR pendidikan, dan ruang belajar alternatif.

• Siswa: Didorong untuk aktif berpartisipasi, tidak hanya sebagai penerima ilmu tetapi juga sebagai agen perubahan.

Landasan Islam
1. Pendidikan sebagai Amanah
o Islam memandang ilmu sebagai cahaya (QS. Az-Zumar:9).
اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ
هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ࣖ
Artinya: (Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, laki-laki maupun perempuan.

o Pendidikan adalah amanah kolektif: keluarga, masyarakat, dan negara wajib berperan dalam mencerdaskan generasi.

2. Partisipasi Semesta dalam Islam
• Rasulullah SAW menekankan pentingnya ta’awun (saling tolong-menolong) dalam kebaikan (QS. Al-Maidah:2).
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ
اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

• Partisipasi semesta berarti seluruh elemen umat ikut serta: orang tua mendidik di rumah, guru membimbing di sekolah, masyarakat menyediakan lingkungan yang kondusif, dan pemerintah memastikan kebijakan yang adil.

3. Pendidikan Bermutu untuk Semua
• Islam menolak diskriminasi dalam akses ilmu. Hadis Nabi: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).

• Mutu pendidikan dalam Islam bukan hanya akademik, tetapi juga akhlak, iman, dan keterampilan hidup

Implikasi Tema dalam Perspektif Islam
• Keluarga sebagai Madrasah Pertama: Orang tua menanamkan nilai tauhid, akhlak, dan cinta ilmu sejak dini.

• Sekolah sebagai Pusat Ilmu & Akhlak: Guru menjadi teladan, bukan sekadar pengajar.

• Masyarakat sebagai Lingkungan Belajar: Masjid, majelis taklim, dan komunitas menjadi ruang pembelajaran sepanjang hayat.

• Negara sebagai Penjamin Keadilan: Pemerintah wajib memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses semua anak bangsa, sesuai prinsip rahmatan lil ‘alamin.

Tema ini dalam perspektif Islam mengajak kita untuk:
Menguatkan kolaborasi umat: pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Membangun kualitas holistik: ilmu, iman, akhlak, keterampilan.
Menjamin keadilan akses: setiap anak berhak atas cahaya ilmu tanpa terkecuali.

 

Tinggalkan Balasan

Search