Di balik ketenangan Lereng Gunung Lawu bagian utara, tepatnya Dusun Nglencong, Desa Kauman, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, menyimpan jejak panjang peradaban dakwah Muhammadiyah.
Wilayah ini dikenal memiliki karakter masyarakat yang amat haus akan ilmu. Tradisi menghadiri majelis ilmu di sana diwarnai perjuangan fisik yang tak menyurutkan langkah warga: menumpang truk, mengendarai pikap bak terbuka, hingga berjalan kaki demi menimba ilmu agama.
Merekam semangat spiritual yang kuat tersebut, media digital majelistabligh.id bersiap menggelar Rihlah Dakwah dan Bakti Sosial di Desa Nglencong pada Ahad, 27 September 2026 mendatang.

“Kami akan mendampingi warga Sine sehari semalam,” ujar Amsikul Maarif, Bendahara Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Akar Dakwah Kultural dan Amal Usaha
Pilihan melabuhkan kegiatan di Nglencong bukan tanpa alasan. Muhammadiyah yang masuk ke Kabupaten Ngawi sejak 1928 telah berakar kuat di wilayah Sine melalui dakwah kultural dan pendirian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Jejak peradaban ini hidup dan berpusat pada lembaga pendidikan yang menjadi pilar warga setempat:
- MI Muhammadiyah Nglencong: Madrasah ibtidaiyah swasta yang menjadi fondasi pendidikan keagamaan anak-anak di lereng gunung.
- SMP Muhammadiyah 2 Ngawi di Nglencong: Wadah kelanjutan pendidikan tingkat menengah yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam.
- Klinik kesehatan Muhammadiyah: siap melayani warga yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas.
Kehadiran persyarikatan di wilayah ini tak lepas dari peran para tokoh dan sesepuh lokal yang mewakafkan tanah serta asetnya. Tak sekadar tempat belajar, aktivitas keagamaan di Nglencong hidup melalui pengajian rutin, pemurnian akidah, dan giat organisasi otonom seperti kepanduan Hizbul Wathan (HW) serta Pemuda Muhammadiyah.
Gerakan lokal ini juga bersinergi erat dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sine yang menaungi Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) di Desa Tulakan hingga STIT Muhammadiyah Tempurejo di jalur strategis Mantingan–Sine. Bagi masyarakat Nglencong, Muhammadiyah telah menjelma menjadi identitas sosial-keagamaan yang melekat lewat akses pendidikan terjangkau selama puluhan tahun.
Kesempatan Berbagi dan Berdonasi
Melalui momentum Rihlah Dakwah ini, majelistabligh.id membuka kesempatan bagi keluarga besar Muhammadiyah maupun masyarakat umum yang ingin menyalurkan donasi. Bantuan yang dibuka berupa:
- Mushaf Al-Qur’an
- Busana muslim
- Sarung, mukena, dan perlengkapan ibadah lainnya
Bagi yang ingin berkontribusi dan berbagi keberkahan bersama warga Nglencong, konfirmasi dan informasi donasi dapat langsung menghubungi pihak majelistabligh.id. || chusnun
