Menko PMK: Muhammadiyah Menolong Tanpa Diminta

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. (ist)
www.majelistabligh.id -

Peran Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana dan krisis kemanusiaan tidak lagi sebatas aksi organisasi kemasyarakatan, melainkan telah menjadi pilar penting bangsa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa jaringan amal usaha Muhammadiyah merupakan jaring pengaman sosial yang sigap melindungi warga di saat kritis.

Apresiasi tersebut disampaikan Pratikno saat membuka Rapat Kerja Nasional Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)–Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di BBPPMPV Seni dan Budaya DIY, Jumat (11/9/2026).

“Kami bangsa Indonesia bangga. Apalagi dengan adanya pengakuan internasional dari WHO terhadap Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah sebagai WHO classified emergency medical team type 1 fix. Luar biasa, dan ini satu-satunya dari Indonesia!” tegas Pratikno.

Pratikno menilai, ribuan sekolah, perguruan tinggi, hingga ratusan rumah sakit dan klinik Muhammadiyah yang tersebar di seluruh pelosok negeri merupakan kekuatan ekosistem yang unik. Infrastruktur sosial ini dinilainya saling menopang saat bencana melanda, seperti:

  • Sekolah: Menjadi ruang edukasi mitigasi dan perlindungan.
  • Kampus: Pusat riset, analisis, dan inovasi kebencanaan.
  • Rumah Sakit & Klinik: Benteng kesiapsiagaan medis sekaligus tempat pertolongan terdepan.

“Muhammadiyah adalah kekuatan besar yang hadir begitu cepat saat bencana. Rumah sakit dan sekolah bukan sekadar jaringan amal usaha, melainkan jaringan keselamatan warga Indonesia,” ujanya.

Menghadapi kompleksitas bencana di tanah air—mulai dari tanggap darurat, pemulihan trauma, penyediaan air bersih, hingga pembangunan hunian sementara dan tetap—Pratikno mengakui peran vital MDMC dalam menutupi keterbatasan kapasitas pemerintah.

Ia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas inisiatif mandiri yang konsisten ditunjukkan oleh para relawan Muhammadiyah.

“Saya sampaikan terima kasih dan penghormatan luar biasa kepada MDMC. MDMC telah menolong pemerintah tanpa diminta, dan membangun sistem tanpa pernah pemerintah ajari,” puji Pratikno.

Menutup pengarahannya, Pratikno berharap rekam jejak dan pengalaman panjang Muhammadiyah dalam mengelola krisis dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan kolektif bangsa. Kolaborasi erat antara pemerintah, Muhammadiyah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun Indonesia yang resilien terhadap bencana alam maupun dinamika sosial. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search