“Useful knowledge is the light of life, while charity based on knowledge is the path to the pleasure of Allah SWT.”
“(Ilmu yang bermanfaat adalah cahaya kehidupan, sedangkan amal yang dilandasi ilmu merupakan jalan menuju rida Allah Swt),”
Menuntut ilmu merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia dalam Islam. Setiap muslim diperintahkan untuk terus belajar dengan niat mengharap rida Allah Swt, bukan semata-mata mengejar kedudukan atau harta. Ilmu menjadi cahaya yang membimbing manusia menuju kebenaran, memperbaiki akhlak, serta menghadirkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Allah Swt berfirman,
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ
“…Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat...” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).
Tafsir ayat ini menjelaskan bahwa Allah memuliakan orang beriman yang bersungguh-sungguh menuntut dan mengamalkan ilmu dengan memberikan kedudukan yang tinggi di dunia maupun di akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim No. 2699).
Oleh karena itu, menuntut ilmu hendaknya menjadi kebiasaan sepanjang hayat. Ilmu yang diamalkan akan mendatangkan keberkahan, sedangkan ilmu yang diajarkan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir.
Semoga Allah Swt menjadikan kita hamba yang mencintai ilmu, mengamalkannya dengan ikhlas, serta menyebarkannya demi kemaslahatan umat.
Semoga bermanfaat.
