Muhammadiyah sejak awal berdirinya tidak sekadar menjadi organisasi dakwah yang mengajarkan ibadah mahdhah, tetapi menghadirkan dakwah yang mengubah kehidupan masyarakat. KH Ahmad Dahlan memahami bahwa dakwah bukan hanya menyampaikan ceramah, tetapi menggerakkan umat menuju kemajuan dalam aspek akidah, akhlak, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga peradaban.
Secara bahasa, dakwah berarti mengajak, menyeru, atau memanggil.
Allah SWT berfirman:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang terbaik.” (QS. An-Nahl [16]: 125)
Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah memiliki tiga metode utama:
- Hikmah
- Mau’izhah Hasanah
- Mujadalah billati hiya ahsan
Strategi dakwah yang memajukan harus dibangun di atas tiga fondasi tersebut.
Tujuan Dakwah Muhammadiyah
Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah disebutkan bahwa tujuan Muhammadiyah adalah: “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.”
Artinya dakwah Muhammadiyah bukan sekadar memperbanyak jamaah, tetapi membangun peradaban Islam.
Allah berfirman:
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 104)
Muhammadiyah memahami bahwa amar makruf nahi munkar harus diwujudkan melalui gerakan nyata.
Prinsip Strategi Dakwah yang Memajukan
- Dakwah Berbasis Tauhid
Perubahan dimulai dari pembinaan aqidah.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11)
Semua amal dakwah harus bertumpu pada kemurnian tauhid.
KH Ahmad Dahlan menjadikan pembinaan akidah sebagai fondasi sebelum membangun sekolah, rumah sakit, dan amal usaha.
- Dakwah Berbasis Ilmu
Wahyu pertama adalah perintah membaca.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1)
Muhammadiyah memandang ilmu sebagai instrumen kemajuan umat.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Karena itu dakwah harus melahirkan masyarakat yang cerdas.
- Dakwah Berbasis Keteladanan
Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21)
Dakwah yang paling kuat adalah keteladanan. KH Ahmad Dahlan lebih dahulu mempraktikkan Islam sebelum mengajarkannya.
- Dakwah Berbasis Pelayanan
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. al-Mu’jam al-Awsath karya ath-Thabrani; dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Karena itu Muhammadiyah membangun: sekolah, rumah sakit, panti asuhan, perguruan tinggi, lembaga zakat, pelayanan sosial
Strategi Dakwah Muhammadiyah di Era Modern
- Dakwah Mencerahkan
Muhammadiyah menggunakan istilah Islam Berkemajuan.
Allah berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
Dakwah harus menghasilkan masyarakat yang: berpikir maju, toleran, produktif, berakhlak mulia
- Dakwah Menggunakan Teknologi
Rasulullah memanfaatkan seluruh media yang tersedia pada zamannya.
Prinsip fiqh menyatakan:
الْوَسَائِلُ لَهَا أَحْكَامُ الْمَقَاصِدِ
“Sarana mengikuti hukum tujuan yang hendak dicapai.”
Media digital merupakan wasilah dakwah masa kini. Karena itu dakwah perlu hadir melalui: YouTube, Podcast, TikTok, Instagram, Facebook, Website, AI dan teknologi digital dll Selama isi dakwah tetap sesuai syariat.
- Dakwah Kolaboratif
Allah berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
“Tolong-menolonglah dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 2)
Muhammadiyah mengembangkan sinergi dengan: pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, komunitas masyarakat. Kolaborasi memperluas manfaat dakwah.
- Dakwah Solutif
Masyarakat membutuhkan solusi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
“Permudahlah, jangan mempersulit. Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Karena itu dakwah hendaknya memberi jalan keluar terhadap persoalan: kemiskinan, Pendidikan, keluarga, narkoba, korupsi, krisis moral, kesehatan mental, lingkungan
Karakter Dai Muhammadiyah
Seorang dai Muhammadiyah hendaknya memiliki lima karakter utama:
- Ikhlas
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ
“Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya,” QS. Al-Bayyinah [98]: 5.
- Berilmu
فَاعْلَمْ اَنَّه لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ
“Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu”. QS. Muhammad [47]: 19.
- Bijaksana
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah424) dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik”. QS. An-Nahl [16]: 125.
- Berakhlak Mulia
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad; dinilai sahih oleh banyak ulama)
- Visioner: Mampu membaca perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip Islam.
Dakwah yang memajukan bukan sekadar menyampaikan ajaran Islam, tetapi menghadirkan perubahan yang nyata. Muhammadiyah telah memberikan teladan melalui gerakan tajdid yang memadukan pemurnian akidah dengan pembaruan sosial. Dakwah semacam ini berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah, dilaksanakan dengan hikmah, diperkuat oleh ilmu pengetahuan, diwujudkan melalui amal nyata, serta diarahkan untuk membangun masyarakat yang beriman, berilmu, berkeadaban, dan berkemajuan.
Sebagaimana firman Allah Swt:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 110)
Semoga strategi dakwah yang memajukan menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan cita-cita Muhammadiyah, yaitu tegaknya agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, serta menghadirkan rahmat bagi seluruh alam. Aamiin. || Materi ini disampaikan dalam Kajian Turba di Masjid Assalam, yang digelar PCM Kalitengah, Lamongan.
