Mesyukuri Kemerdekaan Republik Indonesia

Mesyukuri Kemerdekaan Republik Indonesia
*) Oleh : Amrozi Mufida
Anggota LPHU PDM Lamongan, Wakil Ketua PCM Babat, Ketua DP AIK RSUM Babat, dan Sekretaris DP MUI Kecamatan Babat
www.majelistabligh.id -

Nikmat kemerdekaan merupakan karunia dan fadhilah dari Allah SWT yang tidak boleh disia-siakan. Di tengah bangsa dan negara yang merdeka, kita bisa beribadah dengan leluasa, menuntut ilmu dengan tenang, dan membangun masa depan dengan penuh harapan. Tetapi, nikmat ini bisa menjadi azab apabila tidak disyukuri. Menurut pandangan Islam, ada tiga langkah nyata untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan:

1. Mensyukuri dengan Aktif Beribadah kepada Allah SWT

Kemerdekaan sejati adalah ketika kita bisa aktif beribadah kepada Allah SWT dan terlepas dari penghambaan kepada selain-Nya

Allah SWT berfirman:

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون. الذاريات (٥١): ٥٦

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka selalu beribadah kepada-Ku. (QS Adz-Dzariyat (51): 56

Tujuan utama hidup manusia adalah beribadah kepada Allah SWT. Kemerdekaan hakiki bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga harus bebas dari perbudakan hawa nafsu dan bebas dari sesembahan selain Allah SWT.

Bentuk rasa syukur tertinggi dari kemerdekaan adalah menggunakan kebebasan ini untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan untuk bermaksiat, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, penjarahan, penindasan, dan lain sebagainya

2. Mensyukuri dengan Menjalankan Syariat IsIam secara Benar

Kemerdekaan memberi ruang bagi kita untuk menjalankan syariat IsIam secara benar dan hidup sesuai dengan tuntunan agama. Dengan kemerdekaan, kita bisa bebas menegakkan shalat, menunaikan zakat, menjalankan puasa, mengerjakan haji, menutup aurat, mendidik anak dengan nilai dan norma IsIam, dan berdakwah secara bebas. Sehingga kita bisa menjalani hidup sebagai Muslim yang taat.

Kita bisa menghidupkan syariat IsIam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena iman bukan hanya di hati dan lisan, tetapi juga harus tampak dalam tindakan nyata.

Kita juga tidak menutup mata bahwa di zaman yang penuh ujian iman ini, menjalani hidup sesuai syariat IsIam tidak selalu mudah. Banyak godaan dunia, tekanan sosial, bahkan cibiran terhadap ajaran IsIam bisa datang dari berbagai arah

Rasulullah SAW bersabda:

يأتي على الناس زمان الصابر فيهم على دينه كالقابض على الجمر. رواه الترمذي عن أنس بن مالك رض

Akan datang suatu zaman kepada manusia, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api. (HR Tirmidzi dari Anas bin Malik RA)

Bayangkan menggenggam bara api, sangat perih, panas, dan menyakitkan. Tetapi, dia tetap menggenggam, karena dia tahu itulah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan dirinya

3. Mensyukuri dengan Mendoakan Pemimpin agar Diberi Hidayah dan Keadilan

Doa itu senjata orang yang beriman, dan tiangnya agama, serta cahaya langit dan bumi. Jangan biarkan pemimpin berjalan sendiri, tanpa kita iringi dengan doa, agar mereka mampu memimpin dengan adil, bijaksana, amanah, dan jujur

Abdush Shomad bin Yazid Al-Baghdady pernah mendengar Fudhail bin Iyadh, Ulama Ahli Hadits dan Seorang Sufi Terkemuka dari Khurasan Iran, lahir 107 H/725 M dan wafat 187 H/803 M, berkata:

لو أن لي دعوة مستجابة ماصيرتها إلا في الإمام

Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, tentu aku akan tujukan doa tersebut kepada pemimpinku

Saat itu ada yang bertanya kepada Fudhail, “Mengapa bisa begitu?” Dia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku sendiri saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Tetapi, jika aku tujukan kepada pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.” (Kitab Hilyatul Auliya’, karya Abu Nu’aim Al-Ashfahany)

Rasulullah SAW bersabda:

إن أحب الناس إلى الله يوم القيامة وادناهم منه مجلسا إمام عادل. رواه الترمذي عن أبي سعيد الخدري رض

Sesungguhnya manusia yang paling dicintai dan paling dekat dengan Allah SWT besok pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil. HR Tirmidzi dari Abu Said Al-Khudri RA.

*)Disampaikan dalam Kultum Salat Dhuhur di Masjid Asy-Syifa’ RSM Lamongan pada Kamis (27/8)

Tinggalkan Balasan

Search