Bertambah usia, memperluas cara pandang
Pada akhirnya, perjalanan 105 tahun Muhammadiyah Surabaya bukan hanya cerita tentang usia dan capaian. Ia juga merupakan cerita tentang banyak orang yang telah mengambil bagian dalam perjalanan tersebut. Ada warga lokal yang menjaga kesinambungan. Ada kader dari berbagai daerah yang datang membawa pengalaman dan semangat pengabdian. Ada pula masyarakat luas yang memberikan kepercayaan, meskipun tidak selalu berada dalam struktur persyarikatan.
Masing-masing memiliki peran yang tidak harus diseragamkan. Tidak semua orang harus menjadi pimpinan. Tidak semua orang harus menjadi anggota. Tidak semua bentuk kontribusi harus terlihat dalam struktur organisasi. Terbukti persyarikatan ini tumbuh dan berkembang dari Takāmul al-Ijtimā‘ī – banyak tangan-tangan yang saling melengkapi. Ada yang mengabdi melalui tenaga, pemikiran, keahlian, dukungan dana dan ada pula yang memberikan kepercayaan melalui kehadiran serta partisipasinya.
Karena itu, mungkin sudah waktunya kita melihat perkembangan Muhammadiyah Surabaya dengan pandangan yang lebih luas. Bukan hanya bertanya berapa banyak amal usaha yang telah dibangun, berapa banyak ranting yang terbentuk, atau siapa yang menduduki posisi kepemimpinan. Kita juga perlu bertanya seberapa besar ruang yang tersedia bagi setiap orang untuk berkontribusi, seberapa peduli pimpinan dengan kadernya, seberapa kuat hubungan persyarikatan dengan masyarakat dan seberapa baik kepercayaan yang telah diberikan itu dirawat.
Milad bukan hanya kesempatan untuk merayakan apa yang telah berhasil dicapai. Ia juga menjadi ruang untuk mengingat bahwa setiap capaian selalu menyisakan pekerjaan yang perlu dilanjutkan. Seratus lima tahun adalah perjalanan yang panjang. Tetapi, usia panjang tidak dengan sendirinya menjamin kematangan. Kematangan justru terlihat dari kemampuan sebuah gerakan untuk belajar, membuka diri, menghargai kontribusi siapa pun dan terus memperbaiki cara kerjanya.
Pada akhirnya, Muhammadiyah Surabaya akan semakin kuat bukan hanya ketika amal usahanya semakin besar, tetapi ketika semakin banyak kader merasa memiliki tempat untuk berkhidmat, semakin luas masyarakat merasakan manfaatnya dan semakin terjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Waallahu a’lam.
