Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sukses menyelenggarakan agenda strategis berskala internasional melalui zoom meeting pada Kamis (4/7/2026). Acara bertajuk Coaching Instruktur Pendamping Perkaderan ini diikuti oleh kader-kader yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) kawasan Asia Pasifik dan Mediterania, meliputi wilayah Maroko, Libya, Thailand, dan Mesir.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah konkret MPKSDI PP Muhammadiyah dalam melakukan “penyamaan gelombang bermuhammadiyah” serta menjaga konektivitas ideologis dengan para kader yang tengah berdiaspora di luar negeri, baik dalam rangka studi, bekerja, maupun yang telah menetap di mancanegara.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam amanat penutupnya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada para peserta. Menurutnya, kesediaan para kader meluangkan waktu di tengah kesibukan menuntut ilmu tafakkur fiddin dan bekerja di luar negeri membuktikan kualitas mereka sebagai penggerak persyarikatan yang tangguh.
“Kalian semua adalah the chosen people, orang-orang terpilih yang senantiasa ingin hidupnya bermanfaat. Kami di MPKSDI sangat menyambut baik inisiasi ini agar nafas dakwah kita tetap terkoneksi, sinergis, dan integratif antara yang di Indonesia dengan yang di mancanegara,” ungkap Bachtiar.
Bachtiar menjelaskan bahwa perkaderan ini sangat krusial untuk mentransmisikan visi, idealisme, dan cita-cita gerakan Muhammadiyah. Hal ini penting agar jurang pemisah, baik dalam cara pandang maupun kultur organisasi antara pengurus di tanah air dan luar negeri, dapat diminimalisasi.
Lebih lanjut, ia menekankan dua peran strategis kader PCIM. Pertama, sebagai duta dan striker dakwah** yang bertugas mengenalkan paham Islam berkemajuan—yang maju, modern, moderat, dan penuh rahmat—kepada dunia. Kedua, sebagai *jembatan peradaban* yang menghubungkan Muhammadiyah di Indonesia dengan dinamika internasional, termasuk dalam membangun kolaborasi lintas iman demi kemanusiaan.
Melalui perkaderan daring ini, MPKSDI PP Muhammadiyah optimistis sedang menyemai benih pemimpin masa depan. Karakter kader luar negeri yang memiliki wawasan luas serta keterlibatan global global engagement yang kuat diyakini akan membawa lompatan besar bagi persyarikatan.
“Saya optimis, 10 hingga 20 tahun yang akan datang, sekembalinya anak-anakku semua ke Indonesia, kalianlah yang akan memimpin dan siap menghebatkan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” tegas Bachtiar optimis.
Sebagai penutup rangkaian acara perkaderan kawasan Asia Pasifik-Mediterania ini, Bachtiar juga melayangkan undangan terbuka bagi seluruh kader internasional untuk melakukan aksi “kopi darat” atau pertemuan akbar pada momentum Muktamar Muhammadiyah yang akan datang di Medan. (assalimi)
