Muhadjir Effendy Minta UMJT Tak Sekadar Ganti Nama

Muhadjir Effendy Minta UMJT Tak Sekadar Ganti Nama
www.majelistabligh.id -

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Penasihat Bidang Haji Presiden RI, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa perubahan status Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) tidak boleh berhenti pada pergantian nama semata. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus I UMJT Madiun pada Selasa (20/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Muhadjir diterima langsung oleh jajaran pejabat struktural kampus, di antaranya Wakil Rektor I Fajar Junaedi, Wakil Rektor II Suwardi Rosyid, serta Direktur AIK UMJT yang juga Sekretaris PDM Kota Madiun, Suyono.

Muhadjir meninjau lokasi pembangunan ritel Mentari Mart dan kafe mahasiswa di area barat depan kampus. Ia menilai langkah pendirian usaha tersebut sangat strategis untuk menunjang kebutuhan civitas akademika sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi persyarikatan.

“Mentari Mart ini bukan sekadar toko, melainkan bagian dari gerakan Muhammadiyah untuk membangun ekosistem ekonomi yang sehat di lingkungan pendidikan. Mahasiswa bisa belajar berwirausaha sekaligus mendapatkan pelayanan yang baik,” ujar Muhadjir di sela-sela peninjauan.

Selain meninjau fasilitas kampus, Mantan Menko PMK ini menyempatkan diri menyapa para dosen dan peserta seminar internasional yang tengah berlangsung di UMJT. Ia mengapresiasi gelaran akademik berskala internasional tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan reputasi kampus di tingkat global.

Terkait proses transformasi kampus—yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD)—Muhadjir menekankan tiga aspek utama pembenahan:

  1. Manajemen Kelembagaan: Pengelolaan sumber daya yang profesional, transparan, dan efisien.
  2. Kualitas Akademik: Penguatan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualifikasi dosen, serta perluasan riset dan pengabdian masyarakat.
  3. Pelayanan Civitas Akademika: Layanan administrasi yang cepat, penyediaan fasilitas memadai, hingga program bimbingan mahasiswa yang intensif.

“Transformasi dari UMMAD menjadi UMJT bukan sekadar ganti nama. Harus ada pembenahan manajemen yang serius, peningkatan kualitas akademik, serta perbaikan pelayanan. Kuncinya ada pada konsistensi. Manajemen yang rapi dan pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Muhadjir berharap UMJT mampu memosisikan diri sebagai perguruan tinggi unggul di wilayah Jawa Timur bagian barat. Sebagai putra daerah asli Madiun, ia turut mengajak masyarakat setempat untuk tidak ragu memilih UMJT sebagai sarana pendidikan tinggi bagi generasi muda.

“Sebagai orang yang besar di Madiun, saya mengimbau warga Madiun dan sekitarnya untuk memilih UMJT. Transformasi ini telah menjadikan UMJT sebagai kampus berkualitas dengan biaya kuliah yang tetap terjangkau,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search