Ibadah dalam Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada aspek vertikal antara manusia dan Sang Pencipta, melainkan harus memberi dampak nyata secara horizontal bagi sesama dan alam sekitar.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi.
Dalam arahannya, Muhadjir mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus meneladani nilai dan perilaku yang dicontohkan oleh sang pendiri, KH Ahmad Dahlan. Kiai Dahlan tidak sekadar mengajarkan teori, tetapi juga mempraktikkan bagaimana ibadah ritual bertransformasi menjadi aksi nyata.
“Teladan yang perlu dicontoh dari Kiai Dahlan adalah ibadah ritual harus berdampak langsung pada aksi kemanusiaan, seperti menyantuni anak yatim dan fakir miskin,” ujar Muhadjir.
Ia menambahkan, Muhammadiyah memandang ketertindasan kelompok marjinal tidak cukup disikapi dengan simpati atau rasa kasihan semata. Lebih dari itu, warga Muhammadiyah dituntut memiliki empati yang diwujudkan melalui tindakan langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Berangkat dari semangat tersebut, dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang diusung Muhammadiyah berfokus pada program-program berdampak jangka panjang dan berkelanjutan, salah satunya melalui jalur pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Muhadjir turut memberikan apresiasi kepada PDM Kabupaten Bekasi yang terus menjaga marwah dakwah organisasi. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pengoperasian Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah yang juga menaungi berbagai lembaga pendidikan. (*/tim)
