Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kalimantan Timur yang dibuka di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (12/6/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi pelajar Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, K.H. Muhammad Jafron, mengajak seluruh kader IPM untuk terus menjadi pelajar berkemajuan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurut Jafron, IPM bukan sekadar organisasi pelajar, tetapi merupakan wadah pembinaan kader yang akan menjadi penerus perjuangan Muhammadiyah di masa depan. Karena itu, Musywil harus dimaknai sebagai forum strategis untuk merumuskan langkah-langkah organisasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
“IPM harus terus menjadi pelajar berkemajuan, kader yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki tiga basis gerakan utama yang harus menjadi landasan perjuangan kader IPM, yakni gerakan dakwah, gerakan tajdid, dan gerakan berkemajuan. Ketiga gerakan tersebut harus diterjemahkan dalam program-program yang menyentuh kebutuhan pelajar dan masyarakat.
Dalam pandangannya, gerakan dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian ajaran agama, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan dan membebaskan. Sementara gerakan tajdid diwujudkan melalui pembaruan pemikiran, metode, dan amal usaha yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Adapun gerakan berkemajuan diarahkan untuk membangun peradaban yang unggul, berkeadaban, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Karena itu, kader IPM diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan roda organisasi.
Jafron juga menegaskan bahwa Musywil merupakan ruang pembelajaran kepemimpinan yang sangat penting. Melalui forum ini, para pelajar belajar bermusyawarah, menyusun program kerja, sekaligus menyiapkan estafet kepemimpinan organisasi.
Ia berharap hasil Musywil mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, visioner, dan mampu membawa IPM Kalimantan Timur semakin maju. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks sehingga membutuhkan kader yang memiliki integritas, wawasan luas, dan kemampuan beradaptasi.
“Teruslah bergerak bersama untuk mencerahkan Kalimantan Timur,” pesannya.
Musywil IPM Kaltim diikuti kader-kader pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Forum ini menjadi wadah konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen kader dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah menuju Indonesia yang berkemajuan.(ay.1)
